• Sabtu, 3 Desember 2022

Sejarah Kanjeng Nabi Muhammad SAW: Hidup di Tengah Pusat Penyembahan Berhala (6)

- Sabtu, 24 September 2022 | 09:47 WIB
Gambar ilustrasi. Sumber: pukul69.com
Gambar ilustrasi. Sumber: pukul69.com

TINEMU.COM - Laporan yang kita punya mengenai masa-masa awal kehidupan Muhammad tidaklah banyak. Hal ini tidak mengejutkan karena yang pasti bahwa buta huruf adalah norma di Arab ketika itu, sehingga warisan literatur pada masa itu tidak sebanyak Yunani, Romawi atau Persia.

Namun, laporan yang kita miliki cukup untuk menunjukkan pada kita bahwa sejak masa muda, Muhammad telah dibedakan atas [sifat] kejujuran, kebaikan, kesabaran, kerendahan hati, dan kesigapan untuk membantu orang lain.

Ia juga dikenal sebagai anak muda yang tidak terlibat [perbuatan-perbuatan] buruk yang dipraktekkan secara luas oleh masyarakat Mekah, seperti mabuk-mabukan, berjudi atau pelacuran.[1]

Sebagai gambaran, Kota Mekkah pada masa itu adalah ibu kota peradaban jahiliah yang sangat masyur dikenal dunia. Sebagaimana para sejarawan gambarkan, bahwa orang-orang Arab sebelum datangnya Islam, terutama di Kota Makkah, sangat kecanduan minum-minuman keras, judi dan mendengarkan musik.

Tarian dan nyanyian yang beragam dari berbagai penjuru dunia dipentaskan tiap malam di kota ini. Para penyanyi dan penari tersebut dikenal dengan istilah Kiyan atau yang bentuk tunggalnya Kayna, adalah para budak wanita yang sudah terkenal kebejatannya.

Baca Juga: Sejarah Kanjeng Nabi Muhammad SAW: Menjadi Penggembala Kambing (5)

Namun di Kota Makkah mereka demikian dihargai dan menjadi sasaran rayuan para konglomerat dari berbagai negara.[2]

Akibat masuknya kebejatan moral dan kebudayaan yang ganjil ini, sistem sosial di Kota Makkah yang sebelumnya sudah pernah dibangun rapih oleh para leluhur Rasulullan Saw itupun runtuh hingga ke titik nadir.

Tidak ada lagi penghormatan ataupun pemuliaan terhadap kaum perempuan. Para istri, kecuali ibu kandung, yang ditinggal mati suaminya, menjadi hak properti anak laki-lakinya.

Halaman:

Editor: Zabidi Sayidi

Artikel Terkait

Terkini

Gus Baha: Manusia Harus Ingat Zaman Dulu Bagaimana?

Minggu, 6 November 2022 | 10:45 WIB

Mengenal Al Kindi: Filsuf Muslim Pertama (1)

Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:51 WIB

Kisah-kisah Karomah Syekh Sufi Ibrahim bin Adham

Jumat, 23 September 2022 | 21:43 WIB
X