• Sabtu, 3 Desember 2022

Sejarah Kanjeng Nabi Muhammad SAW: Makkah di Tengah Peradaban Besar Dunia (7)

- Minggu, 25 September 2022 | 05:00 WIB
Gambar ilustrasi. Sumber: www.churchofjesuschrist.org
Gambar ilustrasi. Sumber: www.churchofjesuschrist.org

TINEMU.COM – Sepanjang catatan sejarah, Kota Makkah hanya pernah ditaklukkan oleh Nabuchatnezar dari Babilonia. Tapi mereka tidak pernah mengalami penjajahan ataupun revolusi.

Sehingga mereka tidak mengalami fase mundur dalam perkembangan budaya. Kebudayaan mereka terus tumbuh secara berkesinambungan dari satu generasi ke generasi lain tanpa terputus.

Selama ribuan tahun, Kota Makkah dikelilingi oleh sejumlah peradaban besar dunia. Di sebelah timur ada kekaisaran Persia; di barat ada Bizantium Romawi; dan di selatan terdapat Mesir dan Yaman.

Secara rutin, setiap tahun, orang-orang dari semua kekaisaran tersebut berdatangan ke Kota Makkah, menyambut seruan Ibrahim as.

Di Mekkah, Kaum Quraisy bertindak sebagai tuan rumah, dan bertugas melayani para peziarah tersebut. Dari para penziarah yang datang, mereka bisa mendengar informasi yang berkembang di berbagai belahan dunia langsung dari sumbernya.

Baca Juga: UKM Asal Bengkulu Ekspor 1.000 Lintah Hidup ke Malaysia

Mereka terbiasa berkenalan dengan teknologi terbaru, karya-karya terbaru, dan segala jenis ilmu yang berkembang di sejumlah kebudayaan. Mungkin karena kebiasaan ini, sehingga membuat mereka memiliki kemampuan beradaptasi, dan menyerap pengaruh dari banyak kebudayaan dunia. Dari kebiasaan ini pula mereka tumbuh menjadi kelompok masyarakat yang maju dan berbudaya.

Selain sebagai pusar peziarahan dunia, Makkah juga dikelilingi oleh jalur-jalur penting lalu lintas dunia. Hanya sejarak dua hari berjalan kaki (sekitar 60 Km), mereka sudah bisa mencapai tepian Laut merah. Jalur yang menjadi urat nadi perdagangan yang menghubungkan kawasan perdagangan di Samudera Hindia ke Bizantum dan Afrika.

Di sebelah utara, terdapat Syam (Suriah sekarang), yang merupakan ujung lain dari titian Jalur Sutra. Ujung lainnya adalah China, sebuah peradaban besar di tepian Samudera Pasifik.

Halaman:

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gus Baha: Manusia Harus Ingat Zaman Dulu Bagaimana?

Minggu, 6 November 2022 | 10:45 WIB

Mengenal Al Kindi: Filsuf Muslim Pertama (1)

Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:51 WIB

Kisah-kisah Karomah Syekh Sufi Ibrahim bin Adham

Jumat, 23 September 2022 | 21:43 WIB
X