temu-huma

Mengenal Pahlawan Nasional: Ratu Kalinyamat

Sabtu, 11 November 2023 | 14:55 WIB
Ilustrasi AI untuk Profil Ratu Kalinyamat (Playground AI)

TINEMU.COM - Pada tanggal 10 November lalu, Presiden Joko Widodo menetapkan beberapa tokoh menjadi Pahlawan Nasional. Salah satu tokoh yang diangkat dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional adalah Ratu Kalinyamat.

Sudah beberapa tahun belakangan santer Ratu Kalinyamat diperbincangkan untuk ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional. Hal ini terkait dengan penelitian para ahli yang juga melibatkan dokumentasi di luar negeri mengenai kiprah Ratu dari Jepara ini.

Namun karena sebagian kalangan menganggap kisah hidupnya seolah mistis dan fiktif, terutama saat Ratu Kalinyamat melakukan pertapaan setelah suaminya meninggal dibunuh orang-orang suruhan Arya Penangsang, maka gagal ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2009.

Baca Juga: Adi Alam Soroti Sisi Gelap dan Gemerlap Jakarta Dalam EP ‘Terang Gelap’

Lahir sebagai Retna Kencana, ia adalah anak ketiga dari Sultan Trenggana yang memerintah di Demak setelah Pangeran Sabrang Lor dan Raden Patah. Retna Kencana menduduki jabatan Adipati Jepara yang wilayahnya mencakup Kudus, Pati, Rembang dan Blora.

Ia kemudian menikah dengan Hadiri, putra dari Sultan Ibrahim dari Aceh. Setelah pernikahan itu, Retna Kencana tidak dikaruniai putra. Meski begitu, ia adalah ibu asuh dari adiknya sendiri, Pangeran Timur.

Sunan Prawoto, kakak dari Retna Kencana, dibunuh oleh orang-orang Arya Penangsang. Saat menghadiri pemakaman kakak iparnya tersebut, Pangeran Hadiri pun dibunuh. Juga oleh orang-orang Arya Penangsang. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1549.

Baca Juga: Ini Budi “Pekerti”

Menghadapi perlawanan Arya Penangsang, Retna Kencana bertapa di Gelang Mantingan, kemudian pindah ke Desa Danarasa, lalu berakhir di tempat Donorojo, Tulakan, Keling Jepara. Baru setelah Arya Penangsang meninggal, Retna Kencana dinobatkan sebagai penguasa Jepara dengan gelar Ratu Kalinyamat.

Berdasarkan candra sengkalan, Trus Karya Tataning Bumi, penobatan Retna Kencana sebagai Ratu Kalinyamat dilakukan pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 10 April 1549. Jepara, di bawah pemerintahannya mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Kehebatan Ratu Kalinyamat dalam memimpin Jepara, membuat banyak pihak harus mencatat namanya dalam dokumen-dokumen perjalanan atau peperangan mereka.

Baca Juga: Ramaikan Fenomena Emo Revival, Raousse Segera Rilis Mini Album 'Let Go'

Orang-orang Portugis mencatat Ratu Kalinyamat sebagai “Rainha de Jepara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame”. Artinya, “Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani”.

Ada juga surat kepada Raja Spanyol yang menceritakan kehebatan kapal perang Jepara yang membuat orang-orang ketakutan karena mampu membawa 1000 pasukan di dalamnya. Selain itu, Kerajaan Johor dan Malaka disebut-sebut meminta bantuan Ratu Kalinyamat dalam berperang.

Kemudian, Kesultanan Aceh yang merupakan sekutu dari Kesultanan Ottoman (Turki) juga pernah meminta bantuan kapal perang dari Jepara. Demikian juga dengan Kerajaan Hitu di Maluku saat mereka berkonflik dengan Portugis.

Halaman:

Tags

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB