temu-huma

Ketika 0,02 Persen Muslim di Republik Ceko Merayakan Ramadan

Jumat, 24 Januari 2025 | 08:02 WIB
Suasaan pemandangan Kota di Ceko. Foto tangkap layar dari voinews.id

TINEMU.COM - Republik Ceko, sebuah negara di Eropa Tengah yang terkenal dengan kastil kuno, bir berkualitas, dan sejarah yang kaya, mungkin bukan tempat pertama yang terlintas di benak Anda ketika membicarakan Ramadan.

Namun, di tengah masyarakat yang mayoritas tidak menganut agama tertentu, Ramadan di Republik Ceko memiliki keunikan tersendiri yang layak untuk disoroti. Berikut adalah gambaran tentang bagaimana bulan suci ini dijalani oleh komunitas Muslim di sana.

Komunitas Muslim di Republik Ceko

Jumlah Muslim di Republik Ceko tergolong kecil dibandingkan dengan populasi negara tersebut yang mencapai sekitar 10,7 juta orang. Menurut laporan, ada sekitar 20.000 hingga 25.000 Muslim yang tinggal di Ceko, sebagian besar merupakan imigran dari negara-negara seperti Turki, Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Ada pula mualaf lokal yang menjadi bagian dari komunitas Muslim ini. Meskipun minoritas, mereka cukup aktif dalam mempertahankan tradisi dan nilai-nilai Islam, termasuk selama Ramadan.

Tantangan Berpuasa di Negara Minoritas Muslim

Berpuasa di negara dengan populasi Muslim yang kecil tentu memiliki tantangan tersendiri. Tidak seperti di negara mayoritas Muslim, di mana suasana Ramadan terasa kental dengan berbagai aktivitas khas seperti pasar Ramadan, azan yang terdengar di mana-mana.

Di sana juga tidak ada waktu kerja yang disesuaikan, hal-hal tersebut tidak ditemukan di Republik Ceko. Suasana Ramadan di sini lebih bersifat privat, dirasakan terutama dalam komunitas Muslim itu sendiri.

Jam puasa juga menjadi tantangan lain, terutama karena Ramadan sering jatuh pada musim semi atau musim panas, di mana durasi siang hari lebih panjang. Muslim di Ceko bisa berpuasa hingga 16 jam sehari. Namun, semangat mereka tetap tinggi dalam menjalani kewajiban ini.

Aktivitas Ramadan di Republik Ceko

Komunitas Muslim di Republik Ceko biasanya berkumpul di masjid atau pusat-pusat Islam untuk menjalani ibadah selama Ramadan. Masjid-masjid di kota besar seperti Praha, Brno, dan Ostrava menjadi pusat aktivitas, seperti shalat tarawih, kajian agama, dan buka puasa bersama.

Buka puasa bersama atau iftar sering kali menjadi momen penting untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan di antara komunitas Muslim yang tersebar. Menu buka puasa biasanya mencerminkan keberagaman asal usul komunitas ini, dari hidangan Timur Tengah seperti kebab dan hummus hingga makanan khas Asia Selatan seperti nasi biryani.

Selain itu, komunitas Muslim juga aktif mengenalkan Ramadan kepada masyarakat lokal. Mereka sering mengadakan acara terbuka seperti "Hari Ramadan" di masjid-masjid, di mana masyarakat non-Muslim diundang untuk belajar tentang Islam, mencicipi makanan khas Ramadan, dan melihat langsung suasana ibadah. Langkah ini tidak hanya mempererat hubungan antarbudaya tetapi juga membantu mengurangi stereotip atau kesalahpahaman tentang Islam.

Solidaritas di Tengah Perbedaan

Halaman:

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB