Saya Lahir di Tahun Kelahiran NU 1926, Berarti Saya Anak NU, Gurau Syekh Yusuf Al-Qaradawi

- Selasa, 27 September 2022 | 09:43 WIB
Foto dari nu.or.id
Foto dari nu.or.id

TINEMU.COM - Kabar duka kembali menyelimuti umat Muslim dunia. Salah seorang intelektual sekaligus ulama terkemuka asal Mesir, Syekh Yusuf Al-Qaradawi wafat pada Senin (26/9/2022).  Syekh Yusuf Al-Qaradawi lahir di desa Shafat Thurab, Mesir bagian Barat, pada tanggal 9 September 1926.

Desa tersebut adalah tempat dimakamkannya salah seorang sahabat Rasulullah saw, yaitu Abdullah bin Harits r.a.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi berasal dari keluarga yang taat beragama. Ketika berusia dua tahun, ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak yatim ia hidup dan diasuh oleh pamannya dari jalur ayah. 

Syekh Yusuf Al-Qaradawi mulai serius menghafal Al-Qur’an sejak berusia lima tahun. Bersamaan dengan itu ia juga disekolahkan di sekolah dasar bernaung di bawah lingkungan Departemen Pendidikan dan Pengajaran Mesir untuk mempelajari ilmu umum, seperti berhitung, sejarah, kesehatan dan ilmu-ilmu lainnya.

Berkat ketekunan dan kecerdasannya, Syekh Yusuf akhirnya berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz di usia 10 tahun. Bukan hanya itu, kefasihan dan kebenaran tajwid serta kemerduan qiraatnya menyebabkan ia sering disuruh menjadi Imam Masjid.

Berkunjung ke PBNU Pada tahun 2007 silam, Syekh Yusuf Al-Qaradawi didampingi Menteri Agama era-Presiden Yudhoyono, Maftuh Basyuni, melakukan lawatan ke Kantar PBNU, Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat. 

Baca Juga: Setelah Curacao, Siapa Lagi, Garuda?

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Kamis (11/1/2007) itu, ia disambut Ketua Umum PBNU kala itu, KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siroj, KH Ma’ruf Amin, KH Maghfur Utsman, dan KH Nazaruddin Umar.

Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pengantar atas nama PBNU berseloroh bahwa di Indonesia nama Syekh Yusuf Qaradawi dipanggil secara salah kaprah, Yusuf Qordhawi. 

“Padahal kalau dibahahasa-Indonesia-kan artinya itu ‘tukang kritik’. Jadi yang benar Qaradawi," kata Kiai Ma’ruf Amin disambut tawa Sang Syekh dan hadirin.

Tidak kalah, Sang Syekh menimpali, dirinya kebetulan lahir pada tahun kelahiran organisasi Nahdlatul Ulama, tahun 1926. “Berarti saya ini anak NU,” katanya bergurau. 

Syekh Yusuf A-Qaradawi mengaku pertama kali mengenal NU saat salah seorang Ketua NU, KH Idham Kholid berkunjung ke Universitas Al-Azhar Mesir.  Saat itu Syekh Yusuf Qaradhawi mengajukan pesan agar NU menjadi 'dinamo' bagi kebangkitan umat Islam di Indonesia dan dunia.

Menurutnya Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia mempunyai kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat potensial untuk 'memenangkan' umat Islam  dari tekanan dunia internasional.  

Halaman:

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: nu.or.id

Terkini

Ciputra Itu Kalender

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:54 WIB

Kalender dan Buku Tulis

Selasa, 10 Januari 2023 | 22:16 WIB

IJ Kasimo: Berita, Iklan, Buku

Selasa, 3 Januari 2023 | 11:14 WIB

UGM Gelar Nitilaku Merti Bumi Ambangun Nagari

Jumat, 16 Desember 2022 | 10:26 WIB

Remy Sylado, Dangdut, Kita

Rabu, 14 Desember 2022 | 15:53 WIB

Opini: Doa dan Tenis

Minggu, 27 November 2022 | 22:13 WIB

Gala Dinner G20 Indonesia, Sebuah Impresi

Kamis, 17 November 2022 | 12:16 WIB

Opini Anwar Holid: Gowes dan Khatam Al-Qur'an

Selasa, 11 Oktober 2022 | 14:01 WIB
X