• Sabtu, 3 Desember 2022

Masuki Usia ke-75, Hermawan Kartajaya Siap Jadi Kadaver dan Umumkan Film Dokumenter

- Sabtu, 19 November 2022 | 15:52 WIB
Masuki Usia ke-75, Hermawan Kartajaya siap menjadi kadaver. Perjalanan hidupnya juga diabadikan dalam film dokumenter.                (MarkPlus)
Masuki Usia ke-75, Hermawan Kartajaya siap menjadi kadaver. Perjalanan hidupnya juga diabadikan dalam film dokumenter. (MarkPlus)

TINEMU.COM - Hermawan Kartajaya, sang begawan pemasaran Indonesia memasuki usia 75 tahun pada 18 November 2022 dengan menggelar rangkaian acara bertajuk HK75 - A Guru Learn, Think, Share. Tema ini berangkat dari sosok Hermawan yang telah dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shaped the Future of Marketing.

Menginjak usia baru di tahun ini, napak tilas kehidupan Hermawan Kartajaya diabadikan dalam satu putaran film dokumenter, berjudul HK75 - A Guru: Learn, Think, and Share yang ditayangkan di sesi Special Dinner and Short Preview of HK75 Documentary Movie.

Meniti karir sebagai guru matematika, kemudian merintis bisnis dengan menerbitkan puluhan buku pemasaran, hingga mengisi berbagai forum bagi praktisi bisnis di seluruh dunia menjadikan Hermawan Kartajaya seorang guru yang ilmunya terus dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Tahun 2022 Segera Berakhir. Yuk Liburan Seru dengan Naik Kereta Wisata

Membuka usia ke-75, Hermawan Kartajaya menjalankan ibadah misa syukur di Kapel SMAK St. Louis 1 Surabaya. Pada sambutannya, Ia terpacu semangat dari ajakan pakar pemasaran dunia, Philip Kotler, untuk menulis buku pemasaran hingga menginjak usia ke-100.

“Di usia 75 dan mendatang saya tetap akan menjadi guru, maka saya perlu terus belajar dan mengikuti perkembangan zaman. Hadirlah tema HK75 A Guru: Learn, Think, and Share. Dimana ilmu lama dan baru akan dikoneksikan dan kemudian dibagikan ke orang-orang yang percaya,” ucap Hermawan Kartajaya.

Salah satu keputusan besar Hermawan di usia ke-75 adalah menjadi Kadaver yang akan disumbangkan ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Kadaver merupakan jenazah yang diawetkan dan digunakan untuk kepentingan pembelajaran praktikum anatomi mahasiswa dengan latar belakang pendidikan kesehatan.

Baca Juga: Uji Coba Berjalan Lancar, KAI Berkomitmen Selesaikan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Hal ini menjadi wujud kepedulian Hermawan pada pengembangan keilmuan meski ruhnya telah tiada, juga mencerminkan upaya Hermawan untuk terus menjadi ‘guru abadi’, yang sedari dulu melekat dalam dirinya.

Halaman:

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: MarkPlus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Opini: Doa dan Tenis

Minggu, 27 November 2022 | 22:13 WIB

Gala Dinner G20 Indonesia, Sebuah Impresi

Kamis, 17 November 2022 | 12:16 WIB

Opini Anwar Holid: Gowes dan Khatam Al-Qur'an

Selasa, 11 Oktober 2022 | 14:01 WIB

Tino Sidin: Iklan, TVRI, Buku

Senin, 26 September 2022 | 20:43 WIB

Obituari : Azyumardi Azra Tak Berlanjut di Sastra

Senin, 19 September 2022 | 11:08 WIB

Pameran Kampung Purba Tampilkan Kekayaan Sejarah Manusia

Minggu, 18 September 2022 | 15:02 WIB

Rendra, Sitoresmi, Aisyiah

Kamis, 15 September 2022 | 12:14 WIB
X