TINEMU.COM - Museum Srimulat yang terletak di Jalan Mardian, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, seolah sedang “kesepian.” Padahal museum ini menyimpan sejarah panjang dari kelompok lawak legendaris Indonesia: Srimulat, yang pernah menjadi raja hiburan di televisi tanah air. Ironisnya, di akhir pekan sekalipun, museum ini nyaris tanpa pengunjung.
Dibuka sejak Agustus 2024, Museum Srimulat sempat mencatat angka kunjungan yang lumayan, terutama dari rombongan sekolah dan keluarga. Namun, beberapa bulan terakhir jumlah pengunjung terus merosot. Letaknya yang terpencil, akses jalan yang kurang mendukung, hingga minimnya promosi menjadi penyebab utama.
Baca Juga: Carla Skin Clinic Perkenalkan LIFU Ultra Lift Bikin Wajah Kencang Sambil Ikut Selamatkan Bumi!
Namun bukan berarti museum ini tak bisa bangkit. Justru, dengan sedikit sentuhan kreatif dan strategi promosi yang segar, Museum Srimulat bisa menjadi magnet baru wisata nostalgia dan edukasi di Batu-Malang.
Berikut lima cara kreatif agar Museum Srimulat kembali ramai dikunjungi:
1. Hidupkan Kembali Suasana Srimulat Lewat Pengalaman Interaktif
Museum bukan hanya tempat melihat koleksi barang antik. Ia harus menjadi tempat mengalami kisah, apalagi yang berkaitan dengan lawak dan panggung.
Museum bisa menyulap sebagian ruangannya menjadi panggung mini Srimulat, tempat pentas sketsa lucu dari komika muda atau pelawak lokal. Ada juga ide studio foto dengan kostum karakter legendaris Srimulat, lengkap dengan set panggung tahun 80-an yang khas. Bayangkan pengunjung bisa berfoto dengan wig Tessy atau jaket Gepeng!
Baca Juga: Menyelami Gaya Hidup Ala Dewa 19 di Gerai Kopi Dewa 19
2. Promosi Media Sosial yang Dekat dengan Anak Muda
Tak cukup hanya unggah poster di Instagram. Museum perlu hadir dengan konten lucu dan segar, misalnya video pendek sketsa ala Srimulat versi zaman now di TikTok dan Reels.
Bisa juga dibuat kampanye seperti #SrimulatChallenge, di mana netizen diminta menirukan gaya tertawa Basuki atau dialog Nunung. Atau sesi konten "Cerita di Balik Koleksi", yang mengungkap kisah menarik di balik sepatu Tarzan atau topi Tessy.
3. Perbaikan Akses dan Penunjuk Arah
Sebagus apa pun koleksi museumnya, jika akses sulit dan pengunjung bingung mencari lokasi, maka orang akan enggan datang.
Baca Juga: Sejumlah Tokoh Ikut Tenangkan Dana Nasabah Bank DKI Aman dan Himbau Tidak Kosongkan Rekening