Ia menekankan bahwa kebiasaan kecil dalam pengeluaran harian dapat dialihkan menjadi langkah awal investasi masa depan melalui tabungan emas digital.
Baca Juga: Kahitna,Afgan,BCL Bakal Ramaikan Konser Lovestival ID 2025
“Mengalihkan kebiasaan konsumtif harian (membeli kopi atau jajan) untuk menabung emas mulai dari Rp50.000 adalah langkah strategis membangun aset dan ketahanan finansial sejak dini. Dengan harga 0,1 gram emas sekitar Rp18.000, generasi muda kini bisa mulai berinvestasi dengan mudah melalui aplikasi digital tanpa harus antre,” jelas Putri.
Tak ketinggalan, Gaby Balqies, Growth and Acquisition blu by BCA Digital turut memaparkan mengenai digital cash stuffing, sebuah metode pengelolaan keuangan yang kini populer di kalangan anak muda.
Dengan memanfaatkan fitur kantong dalam aplikasi digital banking, pengguna dapat membagi dana ke berbagai pos seperti kebutuhan harian, tabungan, hingga dana darurat secara konsisten.
Baca Juga: Deolipa Yumara Bela Fariz RM: 'Kami Akan Melawan Bukan dengan Amarah'
“Menabung tak harus menunggu penghasilan besar, yang terpenting adalah konsistensi. Bahkan dengan Rp20.000 per hari, seseorang sudah dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat. Kami ingin menjadikan pengelolaan keuangan lebih mudah diakses melalui fitur yang bantu kelola tabungan, dana darurat, hingga rencana jangka panjang,” jelas Gaby.
Sesi utama dalam Campus Day IMF Semarang ditutup oleh Marthani, Chief Operating Officer MarkPlus Institute, melalui paparan bertajuk “Marketing Pathways: What’s Hot?”. Sesi ini membedah dinamika industri pemasaran terkini, keterampilan masa depan yang dibutuhkan, serta peluang karir yang terbuka lebar di tengah era disrupsi teknologi.
“Melalui MarkPlus Institute dan Indonesia Marketing Festival 2025, kami berkomitmen untuk mendorong mahasiswa tidak hanya agar siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berpikir strategis dan memahami peran mereka dalam ekosistem digital yang terus berkembang. AI bukan untuk ditakuti, melainkan dimanfaatkan secara cerdas,” jelas Marthani.
Baca Juga: 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah' Angkat Kenyataan Getir Kehidupan Rumah Tangga
Melalui inisiatif ini, MarkPlus Institute menegaskan peran sebagai katalisator yang menjembatani dunia pendidikan dan industri profesional, membekali generasi muda yang tidak hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga visioner dalam membangun karier, serta siap menjadi agen perubahan yang relevan dan berdampak.***