Jurus kedua mengajarkan perubahan cara pandang lewat metode SPIN Selling yang diperkuat teknologi AI untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih akurat. Jurus ketiga menekankan pentingnya penawaran kecil menuju kesepakatan besar sebagai strategi membangun kepercayaan.
Jurus keempat menempatkan negosiasi layaknya teknik kuncian dalam Jiu Jitsu untuk menjaga kendali percakapan. Sementara jurus terakhir menyoroti pemanfaatan siklus Get, Keep, Grow, Win-Back serta teknologi CRM untuk mengelola hubungan pelanggan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Negeri Kaya, Rakyat Disuruh Ikut Arisan Penderitaan
Lebih jauh, Ardhi menekankan bahwa keterlibatan langsung dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan akan menjadi pembeda di tengah pasar yang jenuh.
“Perusahaan yang mampu menggabungkan disiplin strategi bisnis dengan pemahaman mendalam terhadap pelanggan akan lebih siap menghadapi tekanan kompetisi global maupun tantangan krisis,” jelasnya.
Dedikasi Profesi Penjualan
Sejalan dengan hal tersebut, Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp, menegaskan pentingnya dedikasi dalam profesi penjualan.
Baca Juga: Tradisi Pengobatan Rasulullah SAW: Madu Penyembuh Segala Luka
“Menjadi tenaga penjual bukan sekadar bekerja pada jam tertentu, melainkan hadir untuk memberikan solusi kapan pun pelanggan membutuhkannya. Dengan komitmen itu, kita bisa membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang yang bernilai, serta kita akan selalu selangkah lebih siap menghadapi perubahan,” ujarnya.
Pengenalan Jurus Jitu Jualan di Surabaya Marketing Week 2025 mempertegas komitmen MarkPlus Institute dalam menghadirkan literasi pemasaran yang relevan dengan kondisi industri saat ini.
Dengan memadukan budaya lokal, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi modern, Surabaya menjadi kota di mana lahirnya generasi pemasar yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional.***