TINEMU.COM - Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp mengajak para peserta Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2025 yang digelar di Griya Santrian Resort Bali untuk memahami sinergi antara kreativitas dan efisiensi dapat memperkuat daya saing industri hospitality pada era disrupsi.
Melalui sesi Masterclass by Hermawan Kartajaya: Strategic Entrepreneurial Marketing for Hospitality, Hermawan menjelaskan Omnihouse Model lewat bukunya “Entrepreneurial Marketing: Beyond Professionalism to Creativity, Leadership, and Sustainability”.
Konsep ini menekankan sinergi antara antara Marketing yang berjiwa Creativity, Innovation, Entrepreneurship, dan Leadership (CIEL) dengan Finance yang menumbuhkan Productivity, Improvement, Professionalism, dan Management (PIPM).
Baca Juga: Good Morning Everyone Akan Tampil di Zandari Festival Korea Selatan, 18 Oktober 2025
“Inovasi sejati bukan hanya sulap kata-kata atau ide kreatif belaka, tetapi harus betul-betul terbukti dampaknya. Inilah mengapa CIEL harus terintegrasi dengan teknologi, seperti ChatGPT untuk menghasilkan bukti nyata,” kata Hermawan.
Selain itu, Hermawan juga mengaitkan dengan prinsip Quality, Cost, Delivery, Service (QCDS) yang mendukung implementasi Operational Excellence. Konsep QCDS ini tercantum dalam seri kedua Entrepreneurial Marketing yang berjudul “Reimagining Operational Excellence: Inspirations from Asia”.
“Operation adalah driver dari QCDS. Kuncinya adalah membuat Quality yang bagus, tetapi dengan Cost yang sangat murah. Cost boleh meningkat, asal Quality naik jauh lebih tinggi, sebab di situlah peran kreativitas dan inovasi kita bekerja,” ucap Hermawan.
Baca Juga: WeTV Perkuat Posisinya Sebagai Platform Resmi Dracin lewat 'Love's Ambition'
Pendekatan tersebut relevan bagi industri hospitality, yang dituntut untuk tidak hanya kreatif dalam menarik wisatawan, tetapi juga efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Konsep tersebut diperkaya dengan studi kasus Prama Sanur Beach Hotel, yang dipresentasikan oleh General Manager Prama Sanur Beach Hotel, I Gusti Bagus Surya Candra Sasmita. Ia menunjukkan bagaimana penerapan prinsip QCDS dapat menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
“Dengan memetakan lima industry drivers dan mengintegrasikannya ke dalam QCDS, kami dapat menciptakan operasional yang lebih efektif dan selaras dengan strategi positioning dengan implementasi di lapangan,” kata Bagus Surya.
Baca Juga: Sara Wijayanto Cedera Saat Syuting Film 'Getih Ireng', Kok Bisa?
Sementara itu, Ferdy Hartanto, Chief Executive of Surabaya Branch MCorp menambahkan bahwa pelaku industri perlu mengadopsi pola pikir entrepreneurial marketer yang memadukan keberanian berinovasi dan ketajaman bisnis.
“Omnihouse Model menjadi alat ukur komprehensif yang menyatukan aspek Marketing, Finance, dan Operation dalam satu kerangka strategis, sehingga pelaku industri dapat menyeimbangkan target finansial dan strategi pemasaran secara terukur,” ujarnya.