• Sabtu, 3 Desember 2022

Heboh Kasus Es Teh Kemanisan, Waspadai Risiko Konsumsi Gula Berlebih

- Rabu, 28 September 2022 | 09:43 WIB
Konsumsi gula berlebih bisa menyebabkan risiko bagi kesehatan.  (Pixabay.com/@stevepb)
Konsumsi gula berlebih bisa menyebabkan risiko bagi kesehatan. (Pixabay.com/@stevepb)

TINEMU.COM - Belum lama ini, seorang konsumen mengeluh dan mengkritik di media sosial karena minuman es teh yang dibelinya terlalu kemanisan. Produsen es teh tersebut menilai kritikan itu mengandung penghinaan atau informasi menyesatkan sehingga melayangkan somasi.

Selain masalah somasi, media sosial pun ramai membahas mengenai bahaya minuman yang terlalu manis bagi kesehatan. Sebenarnya apa risiko jika kita mengonsumsi gula secara berlebihan?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan konsumsi gula berlebih, baik dari makanan atau minuman berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, obesitas, dan diabetes melitus.

Baca Juga: Es Teh Indonesia Somasi Pelanggan yang Kritik Minuman Chizu Red Velvet Kemanisan

Dalam kurun waktu lima tahun, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2013 menunjukkan prevalensi diabetes sebesar 1,5 permil meningkat pada tahun 2018 menjadi 2 permil.

Demikian juga gagal ginjal kronis dari 2 permil menjadi 3,8 permil, sementara stroke meningkat dari 7 permil menjadi 10,9 permil.

“Tentunya ini akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di Indonesia. Terlebih lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular,” jelas dr. Maxi dikutip Tinemu dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id pada Rabu, 28 September 2022.

Baca Juga: Museum Qatar: 60 Th Lalu Penguasa Qatar Sudah Tergila-gila Benda Seni Kelas Dunia (1)

Data kemenkes juga menunjukkan bahwa 28,7% masyarakat Indonesia mengkonsumsi Gula Garam Lemak (GGL) melebih batas yang dianjurkan. Batasan konsumsi GGL sudah diatur dalam Permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes 63/2015.

Halaman:

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rencanakan Kehamilan dengan Menghitung Masa Subur

Kamis, 24 November 2022 | 19:25 WIB

Piranti Makan Ramah Lingkungan dari Pelepah Pinang

Senin, 21 November 2022 | 09:37 WIB

Mengenal Bamboo Dome Tempat Santap Siang Pimpinan G20

Jumat, 18 November 2022 | 10:25 WIB

Pengendalian DBD dengan Nyamuk Jantan Mandul

Rabu, 16 November 2022 | 10:22 WIB

Mengintip Teknologi Cerdas Huawei di Pelabuhan Tianjin

Selasa, 8 November 2022 | 11:19 WIB

Obat Isoman Kini Bisa Ambil Langsung ke Apotek

Senin, 7 November 2022 | 07:33 WIB
X