Digital Discourses: Fiksi Ilmiah Tak Lagi Hanya di Ranah Imajinasi

- Sabtu, 29 Oktober 2022 | 16:53 WIB
Konferensi Digital Discourses membahas perkembangan teknologi baru yang menjadikan fiksi ilmiah tak lagi hanya berada di ranah imajinasi, tapi kini menjadi kenyataan.  (Goethe-Institut Indonesien)
Konferensi Digital Discourses membahas perkembangan teknologi baru yang menjadikan fiksi ilmiah tak lagi hanya berada di ranah imajinasi, tapi kini menjadi kenyataan. (Goethe-Institut Indonesien)

TINEMU.COM - Pesatnya perkembangan teknologi baru di era digital menjadikan fiksi ilmiah tak lagi hanya berada di ranah imajinasi atau fiksi, tetapi kini menjadi kenyataan. Berbagai terobosan ilmiah dan teknologi yang hadir saat ini berdampak pada cara manusia hidup di masa depan.

Poin tersebut mengemuka dalam edisi kelima konferensi Digital Discourses yang mengangkat tema Science/Fiction pada 27-28 Oktober 2022.

Konferensi virtual yang digelar Goethe-Institut Indonesien, the Center for Digital Society (CfDS), dan Engage Media ini menampilkan sembilan sesi dengan sepuluh pembicara yang merupakan peneliti, praktisi, hingga penulis fiksi ilmiah dari Asia Tenggara dan Eropa.

Baca Juga: Kesultanan Demak: Syiar Islam Raden Fatah dan Wali Songo Lewat Kesenian

Dalam pembukaan konferensi, Direktur Regional Goethe-Institut untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru Dr. Stefan Dreyer menyampaikan, “Kita menyaksikan banyak terobosan ilmiah dan teknologi yang awalnya tampak mengejutkan dan tidak masuk akal.”

“Banyak dari inovasi ini dulunya hanyalah buah dari imajinasi seorang penulis, menyenangkan dan baru, tetapi tidak memiliki tempat dalam kenyataan. Tetapi saat ini, berbagai perkembangan teknologi canggih ini membuka kemungkinan cara hidup baru serta cara baru berinteraksi satu sama lain,“ imbuhnya.

Konferensi Digital Discourses dibuka dengan sesi “Antarmuka Otak-Komputer: Memisahkan Fakta dari Fiksi“ yang menghadirkan Moritz Grosse-Wentrup, Kepala Kelompok Riset Neuroinformatika di Universitas Wina.

Baca Juga: Kesultanan Demak: Konsep Hirarki & Sistem Hukum Copi Paste Era Majapahit?

Dalam presentasinya, Moritz memaparkan, antarmuka otak-komputer adalah sistem komunikasi yang tidak bergantung pada jalur output normal otak dari saraf perifer dan otot.

Halaman:

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Goethe-Institut Indonesien

Tags

Artikel Terkait

Terkini

B Rahmanto: Nama dan Buku

Minggu, 8 Januari 2023 | 11:47 WIB
X