Mengintip Teknologi Cerdas Huawei di Pelabuhan Tianjin

- Selasa, 8 November 2022 | 11:19 WIB
Pelabuhan Tianjin di Tiongkok menerapkan praktik automasi dan inovasi cerdas untuk mengatasi penumpukan bongkar muat peti kemas.  (Huawei)
Pelabuhan Tianjin di Tiongkok menerapkan praktik automasi dan inovasi cerdas untuk mengatasi penumpukan bongkar muat peti kemas. (Huawei)

TINEMU.COM - Penumpukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan bisa menimbulkan gangguan parah pada rantai pasok global. Praktik automasi dan inovasi cerdas yang diterapkan di beberapa pelabuhan di Tiongkok seperti Pelabuhan Tianjin diharapkan dapat mengatasi problematika ini.

Pada platform pengunjung pelabuhan di terminal peti kemas pada Bagian C Pelabuhan Tianjin di Tiongkok, Anda dapat melihat bahwa derek peti kemas beroperasi secara otomatis dan truk peti kemas listrik tanpa awak datang dan pergi.

Di Pelabuhan Tianjin, alat derek dermaga yang dikendalikan dari jarak jauh secara stabil mengambil kontainer yang memuat kargo dari kapal kargo, dan memuat kontainer ini ke truk kontainer listrik tak berawak.

Baca Juga: COP 27 Mesir: PLN Tegaskan Komitmen Transisi Energi

Dengan panduan sistem satelit navigasi BeiDou, truk kontainer pergi ke stasiun penguncian/pembukaan kunci otomatis, sesuai dengan rute pengemudian optimal yang dihitung secara real time, untuk membuka kunci kontainer, dan kemudian berkendara ke halaman kontainer. Seluruh proses selesai dalam sekali jalan.

Salah satu penerapan inovatif utama untuk mengatasi hal ini adalah sistem transportasi horisontal cerdas berbasis AI sejati yang dikembangkan sendiri oleh Huawei, yang telah mencapai serangkaian "pertama di dunia".

Penggunaan komersial skala besar dari ultra-L4 tanpa pengemudi, integrasi teknologi kecerdasan di mana-mana (ubiquitous intelligence) "5G+BeiDou" yang pertama di dunia, swasembada listrik hijau dan emisi nol karbon pertama di dunia, dan lain-lain.

Baca Juga: Tokoh R20: Kami Beruntung Bisa Mengenal NU dan Indonesia

Pencapaian ini menjadi sebuah cetak biru bagi negara lain untuk membangun pelabuhan cerdas dan rendah karbon.

Transformasi digital dan cerdas telah menghasilkan manfaat yang nyata bagi pelabuhan. Sebelumnya, pengangkutan peti kemas ke lapangan di dalam pelabuhan membutuhkan banyak truk serta pengemudi yang membutuhkan biaya tinggi.

Pelabuhan Tianjin, misalnya, saat ini memiliki 76 truk kontainer. Demi menjamin operasi sepanjang 24 jam selama 7 hari seminggu, setiap truk kontainer membutuhkan tiga pengemudi yang bekerja dalam tiga shift setiap hari. Itu berarti dibutuhkan total 210 pengemudi.

Baca Juga: Obat Isoman Kini Bisa Ambil Langsung ke Apotek

Halaman:

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Huawei

Tags

Artikel Terkait

Terkini

B Rahmanto: Nama dan Buku

Minggu, 8 Januari 2023 | 11:47 WIB
X