Gantikan Dacin, Posyandu Akan Gunakan Antropometri Agar Pengukuran Bayi Terstandar

- Senin, 16 Januari 2023 | 19:40 WIB
Posyandu akan menggunakan antropometri agar pengukuran bayi terstandar dan akurat. (kemkes.go.id)
Posyandu akan menggunakan antropometri agar pengukuran bayi terstandar dan akurat. (kemkes.go.id)

TINEMU.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berfokus pada intervensi spesifik untuk penanganan stunting pada anak, baik yang dilakukan sebelum masa kelahiran maupun setelah kelahiran. Setelah kelahiran, deteksi dini stunting dilakukan melalui pengukuran di Posyandu.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunawan Sadikin mengatakan agar pengukuran bayi tersandar maka seluruh Posyandu di Indonesia akan menggunakan antropometri.

''Agar pemeriksaan pengukuran bayi terstandar, kita gunakan antropometri di seluruh Posyandu di Indonesia sekaligus kita bisa pastikan perlambatan pertambahan berat badan bisa dideteksi lebih cepat sehingga tidak terjadi malnutrisi kronik yang akhirnya menjadi stunting,'' ujar Menkes pada Minggu, 15 Januari 2023.

Baca Juga: Pertama di Kalimantan, PLN Operasikan SPKLU Fast Charging di Kantor Pemerintahan Kalsel

Diagnosis stunting ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan antropometri dan penunjang.

Hasil pengukuran menjadi deteksi dini oleh kader di Posyandu, untuk kemudian dirujuk ke dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk diagnosis, pemberian konseling dan edukasi.

Bayi dan Balita stunting kemudian dirujuk ke dokter spesialis anak di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk mengidentifikasi faktor-faktor medis atau red flags penyebab stunting.

Baca Juga: Beroperasi Februari 2023, Inilah Tambak Udang Modern Terbesar di Indonesia

Total kebutuhan antropometri kit sebanyak 313.737 dari jumlah Posyandu 303.416 yang ditargetkan akan terpenuhi pada tahun 2024.

Halaman:

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

B Rahmanto: Nama dan Buku

Minggu, 8 Januari 2023 | 11:47 WIB
X