• Selasa, 26 September 2023

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (185)

- Rabu, 13 September 2023 | 09:00 WIB
Cover Pahlawan Padang Gurun (Liang I Shen)
Cover Pahlawan Padang Gurun (Liang I Shen)

TINEMU.COM - Dalam pada itu Jay-hoa-cat sudah lantas mengelak sambil hendak merebut pedang Bing-sia sehingga si nona tidak sempat berpikir lebih banyak, ia tidak berani sembrono, cepat pedangnya memutar dan segera menusuk lagi dari samping.

Namun Jay-hoa-cat itupun sangat cepat, ia menggeser mundur dan segera balas menusuk. Ketika Bing-sia menangkis, sekonyong-konyong lawan terus menubruk maju, tangan terpentang dan bermaksud mencengkeram ke pundak Bing-sia dengan menyeringai.

Bing-sia belum sempat menarik kembali pedangnya dan tampaknya sukar mengelak cengkeraman itu. Pada saat itulah mendadak terdengar suara “blang”, pintu didobrak orang,
sesosok bayangan menerjang masuk. Kiranya Ci In-hong adanya.

Belum dekat orangnya segera Ci In-hong menghantam dari jauh, tenaga pukulannya mendorong Bing-sia ke belakang, menyusul In-hong terus menubruk ke arah Jay-hoa-cat.

Begitu pukulan kedua orang beradu dan menerbitkan suara keras, Jay-hoa-cat itu terhuyung ke belakang beberapa tindak.

“Kiranya kau!” bentak Ci In-hong.

“Memangnya mau apa?” jengek si Jay-hoa-cat. “Hm, di hadapanku kau berani kurang ajar?”

“Hm, jangan kau salah lihat, memangnya kau sangka aku ini apa?” jawab In-hong dengan tertawa.

“Kau berani memalsukan diriku untuk melakukan kejahatan, bukan saja aku harus ajar kau, bahkan akan kubunuh kau.”

“Kau pun salah sangka,” jengek si maling cabul. “Aku memalsukan namamu karena sudah lama kukenal kau bukan orang baik-baik. Sungguh menggelikan kau malah mengira aku yang salah pandang dirimu?”

Kedua orang saling adu mulut, tapi adu senjata juga tetap berlangsung, di tengah ucapan-ucapan mereka itu belasan jurus sudah berlangsung.

Dalam pada itu Bing-sia telah menyingkir ke pinggir, ia merasa jantungnya berdetak keras dan napas memburu, ia terkejut dan heran mengapa keadaannya bisa berubah begitu runyam?

Ia mendengar si nenek lagi merintih kesakitan sehingga membikin Bing-sia tambah kacau pikirannya. Pertarungan Jay-hoa-cat dengan Ci In-hong ternyata semakin sengit, sedikit saja meleng tentu akan mandi darah.

Karena itu tiada seorangpun berani bicara lagi, keduanya sama-sama memusatkan perhatian untuk bertempur . Cuma tertampak keadaan Ci In-hong rada unggul sedikit.

Setelah tenangkan diri, sebenarnya Bing-sia bermaksud membantu In-hong. Ketika didengarnya si nenek lagi merintih kesakitan pula, ia pikir seharusnya menolong dulu ke dua orang tua itu, maka cepat ia mendekati si nenek untuk membuka tali ringkusannya.

Halaman:

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (198)

Selasa, 26 September 2023 | 09:00 WIB

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (197)

Senin, 25 September 2023 | 09:00 WIB

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (196)

Minggu, 24 September 2023 | 09:00 WIB

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (195)

Sabtu, 23 September 2023 | 09:00 WIB

Auman Sang Singa Tua

Jumat, 22 September 2023 | 18:23 WIB

Lantunan Buku Harian Dido

Jumat, 22 September 2023 | 18:05 WIB

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (194)

Jumat, 22 September 2023 | 09:00 WIB

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (193)

Kamis, 21 September 2023 | 09:00 WIB

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (192)

Rabu, 20 September 2023 | 09:00 WIB

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (191)

Selasa, 19 September 2023 | 09:00 WIB

Lili Tak Mampir ke Moskow

Senin, 18 September 2023 | 19:09 WIB
X