• Jumat, 30 September 2022

Cerbung Zabidi Zay: Petualangan Bocah-Bocah Sorotan (34)

- Jumat, 16 September 2022 | 16:27 WIB
Ilstrasi cover Zabidi Sayidi diolah dari freepik
Ilstrasi cover Zabidi Sayidi diolah dari freepik

TINEMU.COM - Banyak warung yang menjual Garang Asem di Pekalongan. Namun yang diakui dan paling dikenal dan legend ialah Garang Asem H. Masduki yang berada di Alun-Alun Pekalongan, kuahnya lebih ”ngeluget” kental dan rasanya otentik.

Penyajiannya cukup menggoda lidah dan perut. Ditampung dalam panci besar dan ditaruh di atas kompor menyala dekat meja. Sehingga pembeli bisa lihat langsung kuahnya yang “kimplah-kimplah” mendidih.

Khusus daging sapinya, daging yang digunakan adalah campuran antara daging murni dengan daging berlemak. Sehingga kuahnya agak sedikit berminyak. Dagingnya kalau sudah matang sebagian terapung bersama cabe rawit utuh di permukaan kuah.

Dasuki amat bersyukur dengan hari itu. Gusti Allah telah begitu baik dengannya. Maka seusai makan siang ia begitu menikmati ibadah sholat dhuhurnya. Di setiap sujud rasa syukur tak putus ia panjatkan, atas segala nikmat hari itu dan juga hari-hari sebelum dan sesudahnya.

Beruntung di butik dan kafe Bharata disediakan musholla yang cukup bersih. Ia bisa berlama-lama di sana, beristirahat sekaligus bermunajat. Apapun kondisinya ada yang selalu diingat di setiap keberadaan di luar kota, pesan ibunya; ”Sing ati-ati, ojo lali sholat”.

Baca Juga: Dianggap Hina Ning Imaz, Eko Kuntadhi Datangi Pesantren Lirboyo dan Meminta Maaf

Ia akan mencoba tetap ikhlas menjalani apapun yang telah digariskan. Siap menerima suka ataupun duka. Bukankah memang demikianlah hiasan hidup manusia, ada suka dan duka?.

Di dapur kafe dekat Musholla kafe Bharata itu ada almari makan yang mengingatkannya dengan barang-barang meubel yang dijajakan di toko Om Kongjin di Jogja. Apa kabar Om kongjin?. Dasuki mendadak teringat Om Kongjin.

Sejak membantu kerja kang Supar di beberapa tempat, mulai dari hotel dekat Togoe Jogja, kemudian lanjut ke Semarang dan Pekalongan yang hampir dua minggu itu ia tak bertemu Om Kongjin. Semoga dagangan meubelnya makin laris.

Halaman:

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Omar Khayyam Matematikawan Sekaligus Penyair (1)

Minggu, 25 September 2022 | 17:51 WIB

Cerbung Zabidi Zay: Petualangan Bocah-Bocah Sorotan (35)

Minggu, 25 September 2022 | 17:17 WIB

Mari Menikmati Puisi-Puisi Cinta Penyair Persia

Senin, 19 September 2022 | 21:37 WIB

Cerbung Zabidi Zay: Petualangan Bocah-Bocah Sorotan (34)

Jumat, 16 September 2022 | 16:27 WIB

Lirik dan Kord Lagu Ojo Dibandingke

Selasa, 6 September 2022 | 14:02 WIB

Buku, Tekun, Sederhana

Selasa, 6 September 2022 | 10:05 WIB
X