• Sabtu, 3 Desember 2022

Mengenal Mahakarya Sa’di Shirazi 8 Abad Silam: Bustan dan Gulistan

- Kamis, 22 September 2022 | 16:12 WIB
Foto dari ganaislamika.com
Foto dari ganaislamika.com

TINEMU.COM - Sa'di Shirazi 8 abad silam menulis Gulistan (Taman Anggur)  dengan gaya yang melodius dengan pembahasan yang dominan tentang cinta. Dalam prosa-prosa maupun puisi di dalamnya, mengungkapkan emosi sejati si penulis.  

Lebih jauh lagi, isinya sangat kaya akan penggunaan metafora yang efektif yang menampilkan mistik cinta. 

Tentang kehidupan Saʿdi Shirazi, hanya sedikit yang dapat dipastikan kebenarannya. Bahkan referensi-referensi terdahulu yang menulis tentangnya menyampaikan informasi yang berbeda dalam hal-hal penting.

Meskipun tulisan-tulisan Saʿdi Shirazi sendiri, terutama dalam Bustan (Kebun Buah) dan Gulistan (Taman Mawar), mengandung banyak otobiografi dari pengalaman hidupnya sendiri.

Namun konon sejumlah besar dari kisah perjalanan hidup yang ditulisnya itu secara historis tidak masuk akal dan mungkin hanya fiksi, atau pemeran tokoh utama di dalamnya ditampilkan hanya sebagai efek retoris semata.

Baca Juga: PeduliLindungi Raih Penghargaan Indonesia Brand Forum 2022

Ketidakjelasan dapat dilihat mulai dari penyebutan namanya sendiri. Dalam menuliskan nama lengkapnya — terdiri dari nama pemberian orang tua, panggilan kehormatan (laqab), sapaan (kunyah), dan nama ayah — sumber-sumber sejarah tampaknya menyajikan semua susunan nama yang memungkinkan dari beberapa elemen dasar.

Terkait pengembaraan Saʿdi Shirazi ke berbagai tempat, dalam Gulistan dikisahkan bahwa tokoh utamanya ditangkap oleh Pasukan Salib di Suriah dan kemudian di dalam Gulistan, ketika di India dia membunuh pendeta kuil.

Dari kisah-kisah yang disampaikan dalam kedua karyanya tersebut, para sejarawan mengambil kesimpulan bahwa Saʿdi Shirazi telah mengembara sejauh ke Irak, Suriah, Palestina, dan Jazirah Arab, tetapi tidak mungkin bahwa dia pernah melakukan perjalanan ke timur ke Khorasan, India, atau Kashgar.

Halaman:

Editor: Zabidi Sayidi

Terkini

Resensi Buku: Ketakjuban Sepak Bola

Rabu, 30 November 2022 | 20:36 WIB

Pembaca Sepak Bola

Minggu, 27 November 2022 | 22:29 WIB

Kaum (Pemuja) Buku

Minggu, 27 November 2022 | 22:21 WIB

Merawat Budaya Melalui Diplomasi Kopi Nusantara

Senin, 21 November 2022 | 14:19 WIB

Resensi Buku: Bacaan dan Keilmuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:11 WIB

1985: Pengisahan Tokoh dan Indonesia

Rabu, 16 November 2022 | 10:58 WIB
X