• Sabtu, 3 Desember 2022

Cerbung Zabidi Zay: Petualangan Bocah-Bocah Sorotan (35)

- Minggu, 25 September 2022 | 17:17 WIB
Ilustrasi cover Zabidi Sayidi diolah dari freepik
Ilustrasi cover Zabidi Sayidi diolah dari freepik

TINEMU.COM - Tugas memasang wallpaper di kafe Bharata sudah hampir separo selesai. Malam itu selepas seharian kang Supar bekerja keras memasang wall paper, mas Amri mengajak kang Supar dan ketiga bocah menjajal kuliner Garang Asem di alun-alun Pekalongan.

Maka sore sehabis mandi, mas Amri membawa mereka berangkat sebelum maghrib mencicipi kuliner legendaris di Pekalongan yaitu Garang Asem. Bocah-bocah itu tentu saja merasa gembira diajak makan di luar. Penat kerja seharian hilang, terasa segar setelah diguyur air bak mandi dan dilanjut jalan-jalan.

Di dalam mobil sambil mengemudi mas Amri mengajak bicara kang Supar yang duduk di sampingnya ”Lusa, kita jadi ya main ke Pak Rahmat kang Supar”
”Siap mas Amri, boleh saya aja kanak-anak ini?”
”Tentu saja, kita pergi sama-sama” jawab mas Amri.

Dasuki tentu saja gembira mendengar pembicaraan itu. Lusa ia akan bertemu Aida di rumahnya. Ah.. terima kasih Gusti Allah. Dasuki mengucap syukur berkali-kali di dalam hati.

Mobil yang dibawa mas Amri bersama kang Supar dan ketiga bocah Sorotan telah memasuki kawasan alun-alun Pekalongan. Dari kejauhan Dasuki melihat menara masjid besar yang berada di kawasan alun-alun itu. Dasuki teringat Masjid Gede Kauman di alun-alun utara Jogja. Tapi masjid di alun-alun Pekalongan ini sepertinya juga berdiri kokoh, tak kalah besar dan megah.

Baca Juga: Sukses Digelar di Yogyakarta, KAI 100K 2022 Diikuti 1.000 Goweser

”Oh ya kita mampir sholat maghrib dulu ya, di Masjid Agung Pekalongan” ujar mas Amri. ”Ya, mas..monggo” jawab kang Supar. Mobil memasuki kawasan pelataran depan masjid dan segera mencari tempat parkir.

Mas Amri turun dari mobil diikuti kang Supar dan ketiga bocah. ”Mumpung di Pekalongan kita sempatkan mengunjungi masjid legendaris yang telah berusia lebih seratus tahun” papar mas Amri.

”Lebih seratus tahun?” batin Dasuki. Ya, Masjid Agung Al-Jami’ Pekalongan itu telah berusia berusia 158 tahun. Pembangunan masjid ini diprakarsai Raden Ario Wirio Tumenggung Adi Negoro. Ruangan-ruangan di masjid ini, terutama tempat salat utama, banyak dihiasi ornamen asli.

Halaman:

Editor: Zabidi Sayidi

Artikel Terkait

Terkini

Resensi Buku: Ketakjuban Sepak Bola

Rabu, 30 November 2022 | 20:36 WIB

Pembaca Sepak Bola

Minggu, 27 November 2022 | 22:29 WIB

Kaum (Pemuja) Buku

Minggu, 27 November 2022 | 22:21 WIB

Merawat Budaya Melalui Diplomasi Kopi Nusantara

Senin, 21 November 2022 | 14:19 WIB

Resensi Buku: Bacaan dan Keilmuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:11 WIB

1985: Pengisahan Tokoh dan Indonesia

Rabu, 16 November 2022 | 10:58 WIB
X