Buku “Movie Tie-In” Indonesia Sudah Dimulai Sejak 1950-an!

- Senin, 26 September 2022 | 21:11 WIB
Koleksi Buku Film Rumah Otara (Donny Anggoro)
Koleksi Buku Film Rumah Otara (Donny Anggoro)

TINEMU.COM - Ada yang menarik ketika menelusuri koleksi perpustakaan Omah Otara di Tangerang Selatan. Saya menemukan beberapa buku-buku jenis “movie tie-in” Indonesia yang berumur cukup tua, yaitu buku “Tjitra” 1950, diterbitkan penerbit Gapura N.V. Djakarta (atau selanjutnya disebut Gapura).

Ingatan saya langsung melayang pada penerbitan buku jenis “movie tie-in” yang meski di sini istilahnya kurang dikenal publik, produknya sangat banyak pada era 1970-an dan 1980-an.

Beberapa dulu diantaranya illegal, alias tidak mengantungi hak cipta penerjemahan, misalnya buku novelisasi serial James Bond 007 karya Ian Flemming yang diterbitkan penerbit Roket.

Era 1980-an penerbit Cypress yang beralamat di dekat Pasar Senen, Jakarta Pusat, cukup giat menerbitkan buku “movie tie-in” dengan menerbitkan buku “Superman”, “Flash Gordon” sampai “Bionic Benji”.

Baca Juga: Antara Baju dan Paku

Dibandingkan dengan seri James Bond penerbit Roket, buku terbitan Cypress lebih tepat sebagai buku jenis “picture book” dengan sedikit penulisan narasi disertai gambar berukuran besar dari filmnya.

Dalam sejarah industri perbukuan, ada satu jenis produk “movie tie-in” yang artinya buku sebagai produk penyerta, turunan, atau pendamping film yang sedang tayang di bioskop dan televisi. Pengertian lainnya bisa disebut “buku lintas media” karena ditujukan bagi pembaca yang ingin tahu lebih dalam mengenai cerita, karakter, atau hal lainnya dari sebuah film yang tengah beredar, menurut penjelasan Esther Margolis, direktur penerbit buku Newmarket Press, salah satu penerbit Amerika yang cukup sering menerbitkan buku jenis ini.

Ketika menerbitkan buku “movie tie-in” Newmarket Press dikenal pernah bekerja sama dengan berbagai studio besar Hollywood macam Columbia, Tri Star, dan Universal Pictures pada 1981-2011.

Baca Juga: Tino Sidin: Iklan, TVRI, Buku

Istilah “movie tie-in” ini tak jelas siapa dan tahun berapa tepatnya pertama kali dicetuskan, karena baru dianggap sebagai bagian penting dari industri penerbitan buku besar di Amerika dan Inggris awal era 1980-an, menurut Judy Mandell dalam bukunya “Book Editors Talk to Writers” (John Wiley & Sons,1995) tentang seluk-beluk industri penerbitan buku Amerika.

Halaman:

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sastra dan Tauhid

Minggu, 8 Januari 2023 | 13:03 WIB

Bandung, Bandung, Bandung

Rabu, 4 Januari 2023 | 18:22 WIB

Pesantren, Puisi, Bahasa

Rabu, 14 Desember 2022 | 15:37 WIB

Pembaca: Dulu dan Kini

Rabu, 14 Desember 2022 | 13:19 WIB

Tanggung Jawab: Sastra dan Agama

Selasa, 6 Desember 2022 | 09:46 WIB

Resensi Buku: Ketakjuban Sepak Bola

Rabu, 30 November 2022 | 20:36 WIB

Pembaca Sepak Bola

Minggu, 27 November 2022 | 22:29 WIB

Kaum (Pemuja) Buku

Minggu, 27 November 2022 | 22:21 WIB

Merawat Budaya Melalui Diplomasi Kopi Nusantara

Senin, 21 November 2022 | 14:19 WIB
X