Kaum (Pemuja) Buku

- Minggu, 27 November 2022 | 22:21 WIB
Rumah Kertas karya Carlos Maria Dominguez (Koleksi Pribadi Bandung Mawardi)
Rumah Kertas karya Carlos Maria Dominguez (Koleksi Pribadi Bandung Mawardi)

TINEMU.COM - Pada abad XXI, buku-buku masih terbit berwujud cetak. Di perpustakaan, masih ada buku-buku ditata di rak atau lemari. Kita memandang dan memegang dengan beragam kesan.

Buku cetak tetap pikat meski ada usaha-usaha besar digitalisasi. Keinginan bermesraan buku terselenggara saat zaman bergairah digital.

Orang-orang memuja buku cetak menginginkan nostalgia. Mereka bersama buku-buku (lama dan baru). Mereka pun ingin mengenal sesama pemuja buku. Mereka sanggup mengisahkan nafsu buku tapi berharap makin mengenali biografi para pembaca buku di pelbagai negara. Biografi itu tulisan atau buku. Pengisahan bisa berwujud novel.

Baca Juga: Opini: Doa dan Tenis

Di Indonesia, biografi para tokoh besar biasa memiliki halaman-halaman berkaitan buku-buku dimiliki dan dipelajari. Sekian buku berpengaruh dalam hidup. Halaman atau bab itu belum lekas berlanjut menjadi novel. Kita mungkin berharapan ada novel mengacu buku P Swantoro berjudul Dari Buku ke Buku: Sambung Menyambung Menjadi Satu.

Di situ, kita mengetahui usaha mencari atau mendapatkan buku. Pengalaman membaca buku saat bocah terus terbawa sampai menua. Sekian buku menentukan minat studi.

Tokoh mengalami ketakjuban buku dan bertemu dengan orang-orang perbukuan. Babak bekerja di penerbit memberi imbuhan-imbuhan pesona buku. Kita membaca buku Swantoro dengan cemburu dan penasaran. Kita mengandaikan ada penulisan lanjutan menjadi novel. Para pembaca mungkin terjerat dan terlena, berdampak membuat persumpahan untuk terus bersama buku-buku (cetak).

Baca Juga: Opini Bandung Mawardi: Jawab(an)

Acuan penting terdapat dalam buku berjudul Bukuku Kakiku. Di situ, ada tulisan puluhan tokoh besar di Indonesia menggandrungi buku. pengakuan biografis beragam. Para pengarang berhak mengubah menjadi cerita pendek atau novel.

Pada suatu masa, kita sebagai pembaca bakal merasakan kesan-kesan mengikutkan imajinasi. Novel mengenai biografi orang-orang (memuja) buku bakal menjadi sumber nostalgia saat kita sampai pada masa serba digital, termasuk perbukuan.

Halaman:

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sastra dan Tauhid

Minggu, 8 Januari 2023 | 13:03 WIB

Bandung, Bandung, Bandung

Rabu, 4 Januari 2023 | 18:22 WIB

Pesantren, Puisi, Bahasa

Rabu, 14 Desember 2022 | 15:37 WIB

Pembaca: Dulu dan Kini

Rabu, 14 Desember 2022 | 13:19 WIB

Tanggung Jawab: Sastra dan Agama

Selasa, 6 Desember 2022 | 09:46 WIB

Resensi Buku: Ketakjuban Sepak Bola

Rabu, 30 November 2022 | 20:36 WIB

Pembaca Sepak Bola

Minggu, 27 November 2022 | 22:29 WIB

Kaum (Pemuja) Buku

Minggu, 27 November 2022 | 22:21 WIB

Merawat Budaya Melalui Diplomasi Kopi Nusantara

Senin, 21 November 2022 | 14:19 WIB
X