temu-warta

Jakarta Film Week 2025 Bawa Tema 'Reignite' Satukan Energi Sinema dan Posisi Jakarta

Kamis, 2 Oktober 2025 | 03:17 WIB
Board of Jakarta Film Week 2025 (istimewa)

TINEMU.COM – Jakarta Film Week 2025 menggelar konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta (30/9). Konferensi pers ini menandai lima tahun festival yang berkomitmen menumbuhkan dan memperkuat talenta-talenta muda, sekaligus memperluas jaringan industri lewat kolaborasi internasional dan forum profesional.

Mengusung tema REIGNITE, edisi kelima ini membawa semangat untuk menyalakan kembali percakapan, gairah, dan energi kolektif dalam ekosistem film Indonesia. Jakarta Film Week ingin menjadi ruang bersama yang mempertemukan film, penonton, dan para pelaku industri, sembari membuka akses lebih luas bagi lahirnya karya dan gagasan baru dalam sinema. Tahun ini pelaksanaan Jakarta Film Week, lewat JFWNET–Industry Program juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

“Dengan mengusung tema REIGNITE, Jakarta Film Week berkomitmen terus menyalakan kreativitas melalui talenta-talenta muda dan menawarkan cerita-cerita segar dengan perspektif baru dan membuka berbagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di panggung global melalui festival,” kata Rina Damayanti, Direktur Festival Jakarta Film Week 2025.

Baca Juga: Jakarta Film Week 2025 Hadir di ACFM BIFF, Claresta Taufan Jadi Festival Ambassador

Sejak awal penyelenggaraan pada 2021, Jakarta Film Week terus berkembang: jumlah film meningkat hampir 55%, negara asal film bertambah, dan kehadiran penonton yang melonjak signifikan lebih dari 250%, hingga 170.000 lebih penonton, melalui daring maupun luring pada tahun 2024. Festival juga memperluas formatnya dengan hadirnya program paralel JFWNET–Industry Program sejak 2023, yang membuka ruang lebih luas untuk kolaborasi industri dan memperkuat posisi Jakarta di kancah internasional.

Board of Jakarta Film Week 2025 (istimewa)

Di tahun kelima, posisi Jakarta Film Week semakin kuat dengan tambahan program-program baru, hadirnya talenta-talenta segar, dan jangkauan yang lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di panggung global.

"Menuju Jakarta Kota Sinema pada 2027, Pemprov DKI Jakarta memperkuat instrumen pendukung dari berbagai sisi. Jakarta Film Week sebagai festival film internasional, memberikan nafas baru untuk ruang-ruang putar, memperluas ragam tontonan, dan menghadirkan karya dan pelaku perfilman dari puluhan negara dunia untuk merayakan sinema di Jakarta. Hal ini memperkuat Jakarta sebagai Kota Global dan Kota Sinema,” kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: FFPJ XVI 2025: Film 'Tarek Pukat,' 'Amanah,' dan 'Ngayahi' Raih Apresiasi Terbaik

Jakarta Film Week 2025 akan dibuka oleh film The Fox King (2025), film asal Malaysia yang disutradarai oleh Woo Ming Jin dan diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. Film yang tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) ini merupakan film ko-produksi Malaysia dan Indonesia, dengan ko-produser Yulia Evina Bhara. Perhelatan festival ditutup dengan film Indonesia yang tayang perdana di Jakarta Film Week, Dopamine karya yang disutradarai Teddy Suryatmaja yang dibintangi oleh Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda.

Festival menghadirkan program kompetisi, termasuk Global Feature untuk film panjang internasional, Global Short untuk film pendek internasional, Global Animation untuk film animasi, Direction Award untuk film panjang Indonesia, serta Jakarta Film Fund, kompetisi ide cerita yang mendapatkan dana dan pendampingan produksi. Tahun ini, program Jakarta Film Fund akan merilis tiga film pendek karya sutradara muda Jakarta. Pertama, Amelia, Amelia (2025) karya Daphne produksi Rekata Studio. Kedua, film animasi pendek Duka Cita (2025) karya Fritz Widjaja produksi Turu Tangi Studio. Ketiga, Salon Gue Aje (2025) karya Tahlia Salima Motik produksi Illusory Films dan Benteng Air Production.

Di luar kompetisi, festival menampilkan program tematik seperti Emergency Broadcast yang menyuarakan isu-isu aktual di dunia saat ini, Herstory untuk kisah dari atau tentang perempuan, Fantasea dan Classique untuk imajinasi sinema dan karya arsip. Selain itu, festival juga menghadirkan program kolaborasi, bekerja sama dengan mitra nasional maupun internasional seperti Made in Hong Kong, Postcards from Clermont Ferrand ISFF, Bioscoop Belanda, Layar Indonesiana, Refleksi 20 Tahun Reza Rahadian, Fun Cican, dan Sekolah VR.

Baca Juga: Tak Hanya Film, FFB Guncang Panggung Sastra Lewat Puisi ‘Kebangkitan

Memasuki tahun kelima, tantangan untuk proses kurasi film semakin besar. Kami terus melihat perkembangan industri film dan merespons hal tersebut dalam serangkaian program yang saat ini diluncurkan. Film animasi, genre, dan film ramah orang tua dan anak menjadi sorotan di tahun ini. Jakarta Film Week bertujuan menjadi festival yang inklusif, dapat diakses oleh publik secara umum. Mengajak penonton film memberikan apresiasi dan merayakan sinema bersama-sama di Jakarta,” kata Novi Hanabi, Manager Program Jakarta Film Week.

Halaman:

Tags

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB