• Sabtu, 3 Desember 2022

Presiden di Muktamar 48 Muhammadiyah: Indonesia Bisa Jadi Titik Terang di Tengah Dunia yang Muram

- Sabtu, 19 November 2022 | 21:26 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan 'Aisyiah yang dipusatkan di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu, 19 November 2022. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan 'Aisyiah yang dipusatkan di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu, 19 November 2022. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

TINEMU.COM - Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran dan kontribusi Muhammadiyah serta ‘Aisyiah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai lembaga pendidikan yang dimilikinya.

Menurut Presiden, peningkatan kualitas SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan fokus yang harus dikedepankan dalam menghadapi kompetisi global yang meningkat.

Demikian disampaikan oleh Presiden Jokowi saat membuka Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiah yang dipusatkan di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu, 19 November 2022.

“Terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiah yang telah berkontribusi besar melalui lebih dari 170 perguruan tinggi yang dimiliki Muhammadiyah dan juga 1.364 SMA/sederajat, 1.826 SMP/sederajat, 2.817 SD/sederajat, dan juga 20.233 TK, PAUD, dan kelompok bermain yang dimiliki oleh Muhammadiyah dan ‘Aisyiah dan juga 440 pesantren,” ucap Presiden.

Baca Juga: Masuki Usia ke-75, Hermawan Kartajaya Siap Jadi Kadaver dan Umumkan Film Dokumenter

Melalui lembaga pendidikan tersebut, Kepala Negara mengharapkan peran sentral Muhammadiyah dan ‘Aisyiah untuk terus menyebarkan Islam yang berkemajuan, Islam yang penuh dengan nilai-nilai toleransi, Islam yang menjaga persatuan, Islam yang menjaga persaudaraan dan perdamaian, sesuai dengan ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Menurut Presiden Jokowi, ruang syiar Islam di Indonesia itu sangat terbuka lebar dibandingkan dengan negara-negara muslim di Asia Tenggara maupun di Timur Tengah. Presiden menjelaskan bahwa banyak kemudahan bagi umat Islam di Indonesia yang tidak diatur oleh negara.

“Seperti kemudahan menyampaikan ceramah agama, kemudahan mengundang penceramah, kemudahan menyampaikan khotbah Jumat, kemudahan mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam, kemudahan pengaturan azan, kemudahan mengumpulkan dana-dana sosial Islam,” imbuhnya.

Baca Juga: Tahun 2022 Segera Berakhir. Yuk Liburan Seru dengan Naik Kereta Wisata

Halaman:

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: presidenri.go.id

Tags

Terkini

Inilah Daftar 56 Perusahaan Penerima SNI Award 2022

Rabu, 30 November 2022 | 18:59 WIB

Pakar UGM: Cakupan Vaksinasi Polio Perlu Ditingkatkan

Minggu, 27 November 2022 | 15:31 WIB

Update Gempa Cianjur, BNPB: 271 Warga Meninggal Dunia

Rabu, 23 November 2022 | 21:34 WIB

Update Gempa Cianjur, BNPB: 268 Warga Meninggal Dunia

Selasa, 22 November 2022 | 21:42 WIB

Bupati Cianjur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa

Selasa, 22 November 2022 | 09:39 WIB
X