Usai Gelaran AFF, Prestasi Timnas, dan Kursi Panas Ketum PSSI

- Selasa, 17 Januari 2023 | 20:38 WIB
Bagian dalam kantor PSSI (Gatra)
Bagian dalam kantor PSSI (Gatra)

TINEMU.COM - Final leg kedua AFF Mitsubishi 2022 yang digelar di Thammasat Stadium, di kota Rangsit, Pathum Thani, Thailand usai sudah. Sebuah tendangan dari luar kotak penalti kubu Vietnam yang dilakukan oleh kapten Timnas Thailand, Theerathon Bunmathan di menit ke 24 mengukuhkan Thailand sebagai raja sepak bola Asia Tenggara.

Anak-anak asuhan Alexandré (Mano) Pölking membuat perpisahan manis Park Hang-seo dengan Đỗ Hùng Dũng dan kawan-kawan berubah menjadi pahit. Ambisi Vietnam untuk kembali menjuarai gelaran dua tahunan itu musnah. Namun yang menarik adalah dalam satu dekade terakhir, persepakbolaan di Asia Tenggara seolah-olah masih belum menjadi wilayah yang didominasi oleh Indonesia.

Witan Sulaeman dan kawan-kawan bahkan tidak bisa meraih prestasi Indonesia sebelum-sebelumnya yaitu runner up di ajang yang baru dipandang oleh FIFA, dengan kedatangan Presiden FIFA Gianni Infantino di partai final leg kedua itu. Timnas Indonesia dalam ajang AFF kemarin tidak bisa menang lawan Thailand dan Vietnam!

Baca Juga: Tubuh dan Epos

Bahkan jika dilihat dari setiap pertandingan Timnas Indonesia, bisa dilihat banyak sekali kekurangan anak-anak asuhan Shin Tae-yong itu! Dari passing yang suka salah, kesulitan ketika bermain di lapangan non rumput, bahkan mandulnya para penyerangnya. Ini seolah membuktikan bahwa jalan pintas untuk memoles sebuah tim sepakbola nasional dengan naturalisasi dan pengiriman sekelompok talenta di luar negeri masih jauh panggang dari api.

Uniknya, di tengah masalah-masalah yang ada, seperti keterpurukan prestasi timnas, persoalan yang belum selesai di Stadion Kanjuruhan, dihentikannya kompetisi Liga 2 dan Liga 3, atau ada agenda tertentu, kontestasi dalam pemilihan ketua umum PSSI justru menghangat.

Yang pertama adalah "come back-nya" La Nyalla Mattalitti, ketum PSSI periode 2015 - 2016. Ia mengklaim sudah mendapat banyak dukungan untuk menjabat kembali sebagai ketum PSSI meski ketika ditanya para wartawan masih enggan membicarakan visi dan misinya sebagai bakal calon ketum.

Baca Juga: 100 Tahun Sang Nabi, Gibran dan Sri

Kembalinya La Nyalla Mattallitti ke kancah persaingan ketum PSSI mengingatkan kembali pada masa pembekuan PSSI oleh pemerintah dan perpecahan yang terjadi di Persebaya Surabaya. Meski banyak juga yang menganggap pada masa kepemimpinan La Nyalla, prestasi timnas cukup membanggakan. Bahkan PSSI bisa punya kantor sendiri bisa dianggap sebagai salah satu jasanya.

Lalu ada Erick Thohir, yang telah mendapatkan izin dari Jokowi dan didukung oleh sejumlah pemilik klub sekaligus pesohor Raffi Ahmad, Atta Halilintar, Kaesang Pangarep, Tedy Tjahjono, dan Hasani Abdulgani.

Halaman:

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi! Kang Emil Berlabuh di Partai Golkar

Rabu, 18 Januari 2023 | 11:44 WIB
X