TINEMU.COM - Abu Bakar Ash Shiddiq RA sebelumnya bernama Abdul Ka'bah. Beliau merupakan keturunan keluarga kaya, Bani Taim dari suku Quraisy, yang lahir di Kota Mekkah pada sekitar tahun 573.
Diberi julukan Abu Bakar karena banyaknya anak-anak unta yang dimilikinya. Abu Bakar artinya "Bapaknya anak unta." Oleh Nabi Muhammad SAW, beliau diberi nama "Abdullah" yang artinya "Hamba Allah."
Abu Bakar Ash Shiddiq RA merupakan golongan orang yang pertama dalam hal masuk ke dalam agama Islam. Bahkan beliau adalah saksi dari peristiwa Isra' Mi'raj sehingga kemudian diberi gelar Ash Shiddiq yang dapat diartikan sebagai "kebenaran."
Baca Juga: Toko iBox Ke-100 Hadir di Kawasan Erajaya Digital Complex
Karena begitu berhati-hatinya Abu Bakar Ash Shiddiq dengan perkataan, beliau pernah memberi petuah atau nasihat, "Jangan jadikan perkataanmu menjadi sia-sia baik dalam memaafkan maupun dalam menjatuhkan hukuman."
Beliau juga pernah menyoal mengenai kejujuran dan dusta sebagai berikut, "Secerdas cerdasnya kecerdasan adalah ketaqwaan, sebodoh bodohnya kebodohan adalah kefujuran, sejujurnya kejujuran adalah menjaga dan memelihara amanah, dan sedusta dustanya kedustaan adalah mengkhianati amanah."
Perkara perkataan memang menggelisahkan beliau agar selalu terjaga lisannya dari hal-hal yang buruk dan tidak diridai oleh Allah SWT, sehingga ada kisah yang diriwayatkan oleh Zayd ibn Aslam yang didapat dari ayahnya tentang Abu Bakar Ash Shiddiq dan lidahnya.
Baca Juga: Soundtrack Hamka dan Siti Raham Vol.2 Libatkan Musisi Kondang
Dikisahkan bahwasanya Umar ibn al Khattab RA masuk ke sebuah ruangan yang di dalamnya ada Abu Bakar Ash Shiddiq RA sedang bersiap untuk memotong lidahnya, lantas Umar ibn al Khattab RA berkata, "Ada apa? Semoga Allah mengampunimu!"
Kemudian Abu Bakar Ash Shiddiq RA menjawab, "(Lidah) ini mendatangkan banyak masalah untukku!"
Begitulah kisah tentang Abu Bakar Ash Shiddiq RA yang merasa betapa sulitnya manusia menjaga lisannya.**
Artikel Terkait
Abu Bakar Ash Shiddiq RA dan Seekor Burung
Beberapa Petuah Abu Bakar Ash Shiddiq RA tentang Pengembangan Diri