Ketua PBNU: Toleransi dan Moderasi Wujudkan Kerukunan dan Kedamaian

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Kamis, 29 Juni 2023 | 17:30 WIB
 Prof KH Mohammad Mukri Ketua PBNU. (Foto: Istimewa) dari laman  lampung.nu.or.id
Prof KH Mohammad Mukri Ketua PBNU. (Foto: Istimewa) dari laman lampung.nu.or.id

TINEMU.COM - Pada pelaksanaan ibadah Shalat Iduladha 1444 H tingkat Provinsi Lampung, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Mohammad Mukri didaulat menjadi khatib.

Pada pelaksanaan shalat yang dilaksanakan di Lapangan Saburai, Enggal, Kota Bandar Lampung, Kamis (29/6/2023), Prof Mukri mengingatkan pentingnya toleransi dan moderasi dalam kebinekaan. 

Ia menjelaskan bahwa toleransi dan moderasi menjadi kunci kehidupan yang penuh harmoni di tengah keragaman. Keragaman merupakan sunnatullah dan toleransi serta moderasi menjadi salah satu nilai dan pilar penting untuk mewujudkan kerukunan dan kedamaian yang akan berimbas positif pada keberlangsungan dan keberhasilan pembangunan.

“Keragaman yang ada ini tidak boleh menjadi sumber konflik dengan munculnya sikap intoleran, tidak menghargai, dan senang menyalahkan orang lain,” katanya.

Baca Juga: Menag: Jadikan Iduladha untuk Tingkatkan Solidaritas Kemanusiaan

“Justru sebaliknya, keragaman yang ada ini harus mampu diolah dengan baik sehingga mampu menjadi sebuah kekayaan sosial yang semakin memperindah suasana dan membawa kemaslahatan bagi semua,” imbuhnya pada acara yang dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini.

Terlebih jelang tahun politik 2024, di mana akan digelar pesta demokrasi untuk memilih wakil rakyat dan sosok yang akan memimpin negeri ini. Pastinya perbedaan-perbedaan pilihan menjadi kepastian. 

“Semua itu jangan sampai memunculkan polarisasi di tengah masyarakat dengan saling mengejek, melakukan provokasi, ujaran kebencian, dan menyebar hoaks,” imbau Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung ini.

Baca Juga: Presiden Sholad Iduladha di Istana Kepresidenan Yogyakarta

Prof Mukri mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan politik identitas, terlebih identitas agama untuk kepentingan politik praktis. 

“Kita harus menjadikan agama sebagai solusi dari berbagai permasalahan, bukan menjadikan agama sebagai sumber konflik dan masalah,” tegasnya pada acara yang dihadiri Sekda Lampung Fahrizal Darminto dan Danrem 043/Gatam Iwan Ma’ruf Zainudin.

Pewarta: Muhammad Faizin, Syakir NF

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: nu.or.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X