TINEMU.COM - Hazrat Nizamuddin Awliya menceritakan kisah berikut: 'Begitu seorang darwis tiba di rumah Syekh Junayd Baghdadi – semoga Tuhan menyucikan rahasia agungnya – persis seperti bulan baru yang akan muncul yang menandai awal bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Darwis itu meminta Syekh untuk mengizinkannya memimpin shalat 'tarawih'. Syekh mengabulkan permintaannya. Setiap malam setelah itu dia membaca seluruh Al-Qur'an.
'Setiap malam,' kata Syekh, 'ambil satu roti dan satu kendi air ke kamar darwis itu'.
Seperti yang diperintahkan Syekh, mereka membawa sepotong roti dan kendi air ke kamarnya setiap malam.
Baca Juga: Gila Agama dalam Cerpen-Cerpen Alexander Aur - Kaitan Fakta dan Fiksi (2 dari 6)
Setelah darwis itu membaca doa tarawih selama tiga puluh malam.
Tibalah waktu perayaan (‘id), dan sehari setelah ‘id, Syekh mengucapkan selamat tinggal kepada darwis itu. Dia pergi.
Setelah kepergiannya, mereka memeriksa kamarnya, dan menemukan ketiga puluh roti itu tidak tersentuh. Setiap malam dia hanya meminum satu kendi air dan tidak lebih'.
Disadur dari sufi-tavern.com/sufi-stories***