Dari Layar ke Tenda: Perkemahan Film Pelajar Nasional Guncang FFPJ XVI

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:30 WIB
FFPJ XVI 2025  dok Rahman Seblat
FFPJ XVI 2025 dok Rahman Seblat

TINEMU.COM - Catatan Rahman Seblat - Hajatan tahunan Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) XVI kembali hadir, kali ini dengan suguhan istimewa: Perkemahan Film Pelajar Nasional. Sebanyak 50 pembelajar seni film dari berbagai sekolah akan meramaikan ajang ini selama dua hari, Sabtu–Minggu, 13–14 September 2025, di Bumi Perkemahan Wonolelo, Pleret, Bantul. Sebuah perhelatan yang menjanjikan bukan hanya tontonan, melainkan juga pengalaman bersama.

Para peserta perkemahan adalah perwakilan sekolah atau komunitas yang karyanya masuk dalam Nomine Program Kompetisi Nasional FFPJ XVI, ditambah sejumlah undangan khusus. Mereka datang dari penjuru negeri: dari Aceh, Jakarta, Cimahi, Pekalongan, hingga berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Kebumen, Pati, Klaten, Malang, Batu, dan Tulungagung.

Tak ketinggalan, partisipasi dari daerah DIY sendiri—Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, hingga Kota Yogyakarta—menjadikan perkemahan ini benar-benar panggung pertemuan lintas daerah.

Direktur Eksekutif FFPJ XVI, Rahmi, menegaskan bahwa meski panitia berharap seluruh Nomine hadir, ada sebagian yang berhalangan. “Kami mengundang dan mengharapkan seluruh Nomine hadir. Tetapi tidak semuanya bisa karena ada kegiatan yang bersamaan. Yang jelas, hal ini tidak mempengaruhi penilaian dewan juri terhadap karya mereka,” ujar Rahmi menekankan.

Foto kegiatan tahun lalu
Foto kegiatan tahun lalu

Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Berbagai Pihak
Gelaran FFPJ XVI sejatinya sudah dimulai sejak 1 hingga 9 September 2025 lewat program Sinema Silaturahmi. Tim panitia berkunjung ke lima sekolah di wilayah Yogyakarta: SMKN 1 Pleret Bantul, SMAN 2 Wates Kulon Progo, SMK Muhammadiyah 1 Sleman, SMKN 1 Purwosari Gunungkidul, dan SMA Bopkri 1 Yogyakarta. Di sana, mereka menayangkan film pendek pilihan dari Nomine FFPJ XVI, dilanjutkan dialog interaktif bersama praktisi dan akademisi film dari Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta.

Berikutnya, sebuah Sarasehan Film dengan tema “Artificial Intelligence dan Tantangan Produksi Kreasi Film” digelar di Kampus UNU Yogyakarta pada Jumat, 12 September 2025. Dua narasumber, yakni akademisi ISI Yogyakarta Latief Rahman Hakim dan aktor profesional Dinar Roos, berbagi perspektif. Acara ini terbuka untuk para pelajar SMA/SMK/MA se-Yogyakarta dan sekitarnya, menambah dimensi intelektual pada festival.

Puncak kegiatan pra-perkemahan terjadi Sabtu, 13 September 2025. Sebelum menuju lokasi, seluruh peserta menyaksikan pemutaran film pendek di Kampus UNU Yogyakarta, lalu mengikuti pembukaan resmi festival. Dari sana, rombongan bergerak bersama menuju Kampus ISI Yogyakarta menggunakan bus untuk mengikuti sesi dialog tentang “Studi Film di Perguruan Tinggi” yang dipandu langsung tim Prodi Film FSMR ISI Yogyakarta. Sejak pagi hingga sore, para peserta diajak menapaki jalur akademis dunia film.

Foto Kegiatan tahun lalu
Foto Kegiatan tahun lalu

Belajar Santai dan Nilai-nilai 'Gugur Gunung'
Sore harinya, 13 September 2025, Perkemahan Film Pelajar Nasional resmi dimulai. Tidak sekadar tempat singgah, perkemahan ini didesain sebagai ruang belajar bersama yang santai, penuh interaksi, dan sarat keakraban.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam tema festival tahun ini, yaitu Gugur Gunung, akan kami praktikkan di kegiatan ini,” tutur Rahmi.

Selama perkemahan, peserta akan menikmati beragam agenda: temu komunitas, lokakarya, sarasehan, studi lingkungan, apresiasi seni, hingga malam penghargaan bagi karya-karya terbaik dalam kompetisi nasional. Dua fasilitator utama, Ghalif Putra Sadewa dan Pius Rino Pungkiawan—praktisi sekaligus akademisi ISI Yogyakarta—akan memandu interaksi agar semakin bermakna.

Terselenggaranya FFPJ XVI tak lepas dari dukungan banyak pihak: Dinas Kebudayaan DIY, ISI Yogyakarta, UNU Yogyakarta, serta kolaborasi dengan lembaga dan komunitas. Kehadiran sukarelawan dari berbagai latar belakang pun memperkaya atmosfer kebersamaan.

“Panitia berupaya menyelenggarakan perkemahan film pelajar ini semaksimal mungkin. Harapannya, partisipan memperoleh manfaat, tidak hanya tentang seni film, tetapi juga nilai-nilai baik dari sebuah perkemahan. Salah satunya ya sesuai tema festival tahun ini, Gugur Gunung,” pungkas Rahmi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X