Di zaman dahulu kala, kebakaran mengerikan melanda hutan; hutan lebat diamuk si jago merah. Dibayang-bayangi ketakutan luar biasa, hewan-hewan penghuni hutan berhamburan, meninggalkan sarang mereka, lari ke luar hutan bermaksud menyelamatkan diri.
Ketika serombongan hewan sampai di tepi sungai, hewan-hewan itu berhenti dan menyaksikan bagaimana kobaran api menghanguskan hutan tempat tinggal mereka. Hewan-hewan tampak sangat tak berdaya dan putus asa.
Hewan-hewan meratapi bagaimana api menghancurkan rumah mereka. Dalam kecemasan dan ketakutan, hewan-hewan mulai berpikir tidak adakah yang bisa mereka lakukan untuk memadamkan api? Di tengah-tengah keputusasaan burung kolibri maju.
Burung kolibri yang istimewa, gerak cepat bertindak melakukan sesuatu. Ia terbang melesat dengan gesit lalu menukik ke sungai dan meneguk beberapa tetes air dan menyimpan di paruhnya lalu bergegas masuk hutan dan menyiramkan air ke atas kobaran api.
Burung kolibri berulang kali ke luar masuk hutan untuk memadamkan api dengan sangat cepat sementara hewan-hewan lain menyaksikan dengan perasaan takjub dan tidak percaya.
Beberapa hewan lain, berusaha keras mencegah burung kolibri seraya berkata “jangan repot-repot, api terlalu besar, kamu sangat kecil, sayapmu akan terbakar, paruhmu terlalu kecil, air yang kamu siramkan hanya setetes, kamu tidak akan bisa memadamkan api.”
Saat hewan-hewan hanya bisa berdiri dan meremehkan kolibri, burung kolibri kecil ini hanya bisa memerhatikan mereka dan betapa putus asanya mereka. Burung kolibri pun merasa iba menyaksikan pemandangan itu.
Seekor hewan lain bahkan berteriak dan menantang burung kolibri sambil mengejek, “menurutmu apa yang kamu lakukan, heh?”
Burung kolibri tak menghiraukannya. Ia tak mau membuang-buang waktu dan terus melakukan tindakannya memadamkan api, dan hanya menanggapi singkat celotehan hewan yang meremehkannya dengan berkata “aku hanya bisa melakukan apa yang aku bisa.”
Menyandang status burung terkecil di dunia, Kolibri menyimpan ajaran bernilai besar. Melalui kegesitan serta daya jelajah ke berbagai arah termasuk ke celah-celah yang mustahil dilakukan burung lain, Kolibri menunjukan progresivitas, kreativitas dan mentalitas petarung.
Bulu-bulu Kolibri yang berkilauan diterpa cahaya matahari, menjadikan Kolibri serupa prisma yang dapat memantulkan satu sumber cahaya menjadi aneka warna-warni mengagumkan.
Kepekaan Kolibri mendeteksi sumber manisnya madu secara akurat, menandakan kepiawaian Kolibri menemukan yang serba manis di tengah-tengah belantara kehidupan yang dibayangi kegetiran dan ketidakpastian.
Kolibri mampu mengoptimalkan bentuk minimal tubuhnya untuk mencapai hasil sangat maksimal. Bagi kolibri, tidak ada yang mustahil bagi mereka yang kecil.