TINEMU.COM - Bob Tutupoly, adalah penyanyi legendaris yang lahir di Surabaya pada 13 November 1939. Komponis Addie MS melalui akun twitter pribadinya, @addiems999, tadi pagi mengabarkan bahwa penyanyi berusia 82 tahun itu telah meninggal dunia di rumah sakit Mayapada akibat penyakit yang telah beberapa minggu lalu membuatnya harus dirawat secara intensif di sana.
Bobby Willem Tutupoly terkenal dengan lagunya Widuri, dan Memang Lidah Tak Bertulang. Lagu Widuri begitu melekat dengan dirinya, sampai-sampai setiap orang yang mendengar lagu tersebut akan selalu menghubungkannya dengan dirinya.
Sampai-sampai hampir tak ada yang menghubungkan lagu Widuri tersebut dengan penciptanya, Slamet Adriyadi. Orang lebih paham bahwa lagu itu identik dengan pria yang pernah melanglangbuana hingga ke Amerika Serikat untuk bernyanyi dari satu ke lain klub malam dan kasino.
Baca Juga: 12 Penyandang Disabilitas Ikuti Seleksi CBT Ujian Masuk UGM
Tahun 1980, Bob Tutupoly memenangkan penghargaan sebagai pemenang pertama di ajang Festival Lagu Populer di Budokan Hall, Jepang. Kesuksesannya di bidang tarik suara membuatnya merambah bidang lain yaitu akting. Ia pernah membintangi film Penasaran (1977), Sebelah Mata (2008).
Kharismanya yang berwibawa membuat Bob Tutupoly juga sempat didapuk sebagai pembawa beberapa program acara seperti Ragam Pesona, dan Tembang Kenangan di stasiun televisi. Dan karena pesona lagu Widuri serta kharismanya, seorang penyair, Hasan Aspahani, pagi ini, untuk mengenang kepergian Bob Tutupoly (1938 2022) membuat satu puisi khusus untuknya.
Berikut puisi penghormatan dari Hasan Aspahani untuk Bob Tutupoly;
Baca Juga: Kompetisi Huawei Mobile Services Apps UP 2022 Dibuka, Total Hadiah 200 Ribu Dolar AS
Hasan Aspahani
Arti Senyummu
WIDURI (atau
siapapun namamu)
dengan sihir senyum
mengubah suram senja,
dan rintik hujan, jadi
helai pelangi.
Seseorang terpukau,
dan ia tulis nyanyian,
lalu seseorang lain
menyanyikan
dengan suara
seakan meneruskan
bisikanmu, Widuri
(atau siapapun
namamu, apapun
derita yang kau
simpan sendiri itu).
Baca Juga: Indahnya Alam dan Budaya Desa Wisata Sembungan Wonosobo
Seseorang pernah
ingin benar tahu
apa arti senyummu,
senyum hari
senja itu.
Menangis Widuri
(atau siapapun namamu),
menangislah, bagikan
keseoranganmu pada
seseorang.
Seseorang yang
ingin hapuskan
airmatamu, balut
luka hatimu,
dengan tangan,
dengan nyanyian,
dengan hatinya,
ingin memastikan
tak akan ada lagi
airmatamu, tak akan
ada lagi yang bikin
kamu menangis,
Widuri (atau siapapun
namamu).
Baca Juga: Pentingnya Guru Memahami Kompetensi Murid melalui Asesmen Awal Pembelajaran
Widuri (atau
siapapun namamu,
tapi kaulah Widuri,
hanya Widuri,
lukisan rembulan,
elok bisikan) jika
seseorang datang,
bukalah hatimu,
pintu yang lama
kau tutup itu,
tinggalkan musim
muram, biarkan
lalu berlalu ke
masa yang lalu.
(2022)
Karya-karya indah Penyanyi Legendaris, Bob Tutupoly, selain Widuri, yang sempat singgah di telinga dan hati saya semasa kecil, karena ibu dan paman kerap menyenandungkannya antara lain adalah Gubahanku (karya Gatot Sunyoto), Jangan Pernah Berkata Benci (karya Is Haryanto), Mengapa Tiada Maaf (yang dipopulerkan kembali oleh Yuni Shara), dan Tinggi Gunung Seribu Janji (karya Ismail Marzuki).
Selamat jalan, Legend!***
Artikel Terkait
Obituari Tjahjo Kumolo: Orang Baik itu Telah Pergi
Setelah 30 Hari Berlayar, KRI Dewaruci Selesaikan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022
Tino Sidin: Gemar Menggambar dan Nama Jalan
Tutup Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022, Laskar Rempah Telusuri Peninggalan Majapahit