TINEMU.COM- Era 1990-an adalah periode di mana Phil Collins ketika hengkang dari Genesis untuk memulai hidup baru. Dia pindah ke Swiss, menjalin hubungan, dan membentuk proyek musik baru. Para penggemar Phil Collins dan penggemar jazz terkejut ketika ia berhasil mewujudkan impian lamanya dengan membentuk "The Phil Collins Big Band" pada 1996.
"Sudah lama aku menyukai big band...terutama yang berkembang di Amerika pada tahun 1930-an, juga band jazz kecil. Mereka biasanya memiliki empat pemain trompet yang beralih ke flugelhorn jika diperlukan (karena suaranya lebih lembut dan penuh), empat pemain trombon (salah satunya memainkan trombon bass), empat hingga lima pemain saksofon (tenor, alto, bariton, dan kadang-kadang saksofon sopran, tergantung pada kebutuhan) bersama grup ritme dengan drum, perkusi, double bass atau gitar bass dan instrumen keyboard, terutama piano, orkestra sebesar ini tidak bisa berimprovisasi dengan leluasa!" jelas Collins kepada Rock and Roll Garage.
Baca Juga: Gwyneth Paltrow Kenang Saat-Saat Bermain dalam Film Iron Man
"The Phil Collins Big Band" tampil pada tahun 1996, di Montreaux Jazz Festival dan memainkan komposisi karya klasik milik Avarage White Band, Pick Up the Pieces. Lagu tersebut berdurasi 20 menit lebih, dengan versi yang diperluas, di aransemen dengan baik oleh Arif Mardin.
Banyak solo saksofon yang dimainkan oleh beberapa bintang jazz terkemuka seperti James Carter, PeeWee Ellis, Gerald Albright, dan Sadao Watanabe, secara bergantian dengan baik di komposisi ini ditambah permainan solo piano dari George Duke selama beberapa menit.
Walau tanpa permainan solo drum dari Phil Collins, komposisi ini tetap sangat memukau dan mendapat apresiasi luar biasa dari penonton Montreaux Jazz Festival.
Baca Juga: GWK Cultural Park Hadirkan Musisi Papan Atas di Bali Count Down 2024, Ada Dewa 19 dan GIGI
Bagi Phil Collins tentu saja tak mudah. Karena ia harus melakukan perubahan gaya bermain drum yang selama ini dilakukannya untuk Genesis dan proyek-proyek solo-nya. Terlebih lagi dia sebenarnya tak mampu membaca not balok atau tak pernah belajar membaca lembaran musik dari aransemennya. Gejala seperti ini lazim disebut "ghost drummer" yang kemudian dikembangkan oleh kreativitas Collins sendiri.
"Saya menyesal tidak belajar membaca not balok. Saya mempelajari bagian-bagian drum yang rumit dengan mendengarkannya dan memasukkannya ke dalam ingatan. Ternyata bermain pada big band bisa lebih sulit ya!" kenang pengagum pemain dram Buddy Rich ini. Pick Up the Pieces di Montreaux Jazz Festival pada 1996 mendapat banyak pujian dan diabadikan dalam album rekaman A Hot Night in Paris yang dirilis pada 1999 di bawah label Atlantic Records.**
Artikel Terkait
Jangan Salah, Gitaris Deep Purple itu Bukan Lagi Steve Morse Apalagi Ritchie Blackmore!
Mengenang MADF-Album Kompilasi Rock Terbaik 1990-an
Phil Collins di luar Genesis dan Solo Karir