TINEMU.COM - Eugenio María de Hostos, seorang filsuf, pendidik, dan pemimpin sosial Puerto Riko abad ke-19, lahir pada 11 Januari 1839, di Mayagüez, Puerto Riko, yang pada waktu itu masih merupakan bagian dari Kekaisaran Spanyol.
Hostos tumbuh dalam lingkungan intelektual dan dididik di Sekolah Agustusinian lokal sebelum melanjutkan pendidikannya di Madrid dan Barcelona, Spanyol.
Pendidikan tingginya membentuk dasar bagi pemikirannya yang kritis dan dedikasinya terhadap perubahan sosial.
Hostos memulai kariernya sebagai pengajar dan penulis, dengan fokus pada isu-isu pendidikan dan hak asasi manusia.
Baca Juga: 11 Januari 1921: Gibran, Perempuan, Sastra
Ia menjadi advokat aktif untuk hak-hak perempuan, hak-hak buruh, dan reformasi pendidikan.
Salah satu karyanya yang terkenal adalah "La Peregrinación de Bayoán" (Bayoán's Pilgrimage), sebuah karya dramatis yang menggambarkan peperangan di antara penduduk pribumi dan penjajah Spanyol, serta menyoroti ketidakadilan sosial dan kekejaman kolonialisme.
Hostos juga memainkan peran kunci dalam perjuangan untuk kemerdekaan dan hak otonomi Puerto Riko.
Pada tahun 1868, ia terlibat dalam gerakan kemerdekaan di Republik Dominika dan mengadvokasi untuk penyatuan antara Kuba, Republik Dominika, dan Puerto Riko.
Baca Juga: Awali Tahun 2024, AHM Segarkan Tampilan Honda Vario 160
Meskipun upaya tersebut tidak berhasil, visinya untuk persatuan antara negara-negara Amerika Latin tetap menjadi fokusnya.
Pada tahun 1871, Hostos menetap di Republik Dominika dan terus bekerja untuk reformasi pendidikan.
Ia diangkat sebagai direktur pendidikan dan mengenalkan berbagai inovasi, termasuk pendirian sekolah-sekolah bebas dan mendukung pendidikan untuk semua lapisan masyarakat, termasuk perempuan.
Selama kunjungannya ke Amerika Serikat pada tahun 1898, Hostos berusaha mendapatkan dukungan untuk hak otonomi Puerto Riko, tetapi upayanya dihadapi dengan kesulitan karena situasi politik yang berkembang setelah Perang Spanyol-Amerika dan penyerahan Puerto Riko kepada Amerika Serikat.
Baca Juga: Kemendikbudristek Bakal Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi
Artikel Terkait
8 Januari 2002: Teringat Puisi dan Mencatat Made Wianta
9 Januari 1901: Surat dan Buku
10 Januari, Titik Awal Perang Saudara Romawi
11 Januari 1921: Gibran, Perempuan, Sastra