Mengenal Eugenio María de Hostos, Menentang Penjajahan dengan Pendidikan

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Kamis, 11 Januari 2024 | 08:41 WIB
Ilustrasi Eugenio Maria de Hostos (Playground AI)
Ilustrasi Eugenio Maria de Hostos (Playground AI)

TINEMU.COM - Eugenio María de Hostos, seorang filsuf, pendidik, dan pemimpin sosial Puerto Riko abad ke-19, lahir pada 11 Januari 1839, di Mayagüez, Puerto Riko, yang pada waktu itu masih merupakan bagian dari Kekaisaran Spanyol.

Hostos tumbuh dalam lingkungan intelektual dan dididik di Sekolah Agustusinian lokal sebelum melanjutkan pendidikannya di Madrid dan Barcelona, Spanyol.

Pendidikan tingginya membentuk dasar bagi pemikirannya yang kritis dan dedikasinya terhadap perubahan sosial.

Hostos memulai kariernya sebagai pengajar dan penulis, dengan fokus pada isu-isu pendidikan dan hak asasi manusia.

Baca Juga: 11 Januari 1921: Gibran, Perempuan, Sastra

Ia menjadi advokat aktif untuk hak-hak perempuan, hak-hak buruh, dan reformasi pendidikan.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah "La Peregrinación de Bayoán" (Bayoán's Pilgrimage), sebuah karya dramatis yang menggambarkan peperangan di antara penduduk pribumi dan penjajah Spanyol, serta menyoroti ketidakadilan sosial dan kekejaman kolonialisme.

Hostos juga memainkan peran kunci dalam perjuangan untuk kemerdekaan dan hak otonomi Puerto Riko.

Pada tahun 1868, ia terlibat dalam gerakan kemerdekaan di Republik Dominika dan mengadvokasi untuk penyatuan antara Kuba, Republik Dominika, dan Puerto Riko.

Baca Juga: Awali Tahun 2024, AHM Segarkan Tampilan Honda Vario 160

Meskipun upaya tersebut tidak berhasil, visinya untuk persatuan antara negara-negara Amerika Latin tetap menjadi fokusnya.

Pada tahun 1871, Hostos menetap di Republik Dominika dan terus bekerja untuk reformasi pendidikan.

Ia diangkat sebagai direktur pendidikan dan mengenalkan berbagai inovasi, termasuk pendirian sekolah-sekolah bebas dan mendukung pendidikan untuk semua lapisan masyarakat, termasuk perempuan.

Selama kunjungannya ke Amerika Serikat pada tahun 1898, Hostos berusaha mendapatkan dukungan untuk hak otonomi Puerto Riko, tetapi upayanya dihadapi dengan kesulitan karena situasi politik yang berkembang setelah Perang Spanyol-Amerika dan penyerahan Puerto Riko kepada Amerika Serikat.

Baca Juga: Kemendikbudristek Bakal Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X