Kirk Hammett : Antara Exodus dan Metallica

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Senin, 1 April 2024 | 04:08 WIB
Brosur pentas Exodus dan Metallica (foto Metal Hammer)
Brosur pentas Exodus dan Metallica (foto Metal Hammer)
 
TINEMU.COM-Kirk Hammett mengenang kembali era saat masih bersama band Exodus, bagaimana genre thrash metal berkembang, dan saat saat ketika diajak bergabung ke Metallica dalam sebuah wawancara di tahun 2014. Berikut petikan wawancaranya diterjemahkan dari majalah Metal Hammer. 
 
Metal Hammer (MH) : "Apa kenangan Anda saat memulai Exodus?"
 
Kirk Hammett (KH): "Sebagai seorang anak yang tumbuh di akhir tahun 1970-an, saya hanya mencari musik paling keras yang dapat saya temukan. Saya sangat menyukai UFO, Judas Priest, dan Thin Lizzy, dan kemudian saya menemukan New Wave of British Heavy Metal, dan hal-hal yang sedang terjadi di Eropa. Saya tertarik pada yang seperti itu. Saya mulai memainkan lagu-lagu mereka, dan gaya gitar saya mulai menggabungkan aspek-aspek yang dilakukan oleh semua band tersebut."
 
H: "Jadi ketika saya membentuk Exodus dan mulai nge-jam dengan Tom Hunting, saya ingin dia juga mengikuti gaya band itu dan berkata, 'Inilah yang harus kita lakukan – kita harus melakukan sesuatu seperti ini.' Tapi jika Anda kenal Tom Hunting,  dia orang yang sangat kaku. Tangannya selalu bergerak, atau mengetuk sesuatu, atau memukul sesuatu. Dan saat dia bermain drum, dia juga seperti itu. Setiap kali kami memainkan sebuah lagu pada awalnya, temponya dimulai dengan birama tertentu, namun tiga atau empat minggu kemudian, temponya menjadi dua kali lebih cepat. Jadi ketika kami mulai menulis lagu, itulah mengapa ketukannya meningkat – karena Tom Hunting memiliki banyak energi. Mirip sekali dengan Lars (Ulrich, drummer Metallica)."
 
 
H: "Kami hanya mencoba menemukan gaya bermusik kami. Saya ingat berbulan-bulan, di garasi Gary [Holt, gitaris Exodus], memainkan lagu cover, mencoba menulis lagu yang sebagus lagu yang kami cover, dan menemukan jati diri kami melalui instrumen dan musik kami atau kami hanya bermain musik saja."
 
H: "Bagi saya, itu adalah saat yang sangat indah. Kami semua sangat naif dan tidak merasa letih sama sekali. Kami terbuka untuk banyak band yang kami dengar untuk pertama kalinya. Kami punya visi. Dan kemudian Metallica muncul, dan sepertinya mereka telah melakukannya selama enam atau delapan bulan lebih awal dibandingkan kami, dan mereka memiliki semua pengaruh musik yang serupa dengan kami."
 
Kirk Hammett
Kirk Hammett (foto Metal Hammer)
 
MH : "Kapan pertama kali kamu mendengar Metallica?"
H: "Saya pernah melihat brosur. Paul Baloff (vokalis Exodus) pernah melihat Metallica di pertunjukan pertama mereka di Bay Area, saya lupa di mana tempatnya. Dia berkata, ‘Mereka mainnya bagus, kita harus menemui mereka.’ Dan kemudian Exodus mendapat tawaran untuk sepanggung dengan Metallica. Kami membuka pertunjukan, selanjutnya Metallica bermain dan membuat suasana seperti meledak. Setelah itu band lokal, Laaz Rockit yang tampil, tiba tiba semua orang langsung bubar."
 
 
MH : "Apa kesan pertama Anda terhadap mereka (Metallica)?"
H: "Aku sudah mengatakan ini sebelumnya dan aku akan mengatakannya lagi: ‘Orang-orang ini hebat, tapi mereka akan jauh lebih hebat jika bersamaku.’ Sekitar waktu itu, Exodus sedang mengalami beberapa pergantian personil. Kami baru saja menyingkirkan pemain bass sebelumnya, dan membawa pemain bass lain, dan itu adalah dinamika yang berbeda dalam band. Kami tidak berlatih karena alasan tertentu – saya tidak tahu, mungkin Paul Baloff sedang tidak melakukan sesuatu. Exodus sedang mengalami masa vakum ketika saya bergabung dengan Metallica."
 
MH : "Di mana Anda saat mendapat panggilan telepon untuk bergabung dengan Metallica?"
 
H: "Saat itu tanggal 1 April, Hari April Mop, dan saya sedang duduk di toilet. Saya mendapat telepon dari [sound engineer Metallica] Mark Whittaker, dan setelah saya menutup telepon, saya berpikir, 'Saya tidak percaya saya baru saja menerima panggilan telepon itu. Apakah itu sebuah lelucon April Mop?’ Beberapa hari kemudian saya mendapat kiriman rekaman lagu dari Metallica, namun saya sudah memiliki demonya dan saya sudah mengetahui dua pertiga dari lagu-lagu yang ada di sana. 
 
 
H: " Saya memberi tahu orang-orang di Exodus tentang panggilan dari Metallica dan mereka marah. Mereka beneran marah. Saya ingat Paul Baloff sangat marah sehingga dia menuangkan bir ke kepala saya. Dia berkata, '[dengan suara marah-sakit hati] Aku tidak percaya kamu melakukan ini, Kirk', lalu menuangkan birnya ke kepalaku. Saya hanya menjawab, 'Ya, ya, saya tahu…' 
 
MH: "Apakah Anda merasa bersalah karena meninggalkan band Exodus yang Anda dirikan?"
 
H :"Oh ya. Tapi, saya juga meninggalkan banyak lagu dengan orang-orang itu. Banyak musik yang saya tulis dimasukkan ke dalam album pertama Exodus [Bonded By Blood, rilis tahun 1985], dan mereka merekam beberapa lagu lain juga. Saya tidak pernah mengatakan apa pun karena cara saya meninggalkan mereka. Saya selalu punya perasaan bersalah tentang hal itu. Yahh, tapi sekarang sudah tidak lagi…"
 
 
MH: "Apakah Anda mendengarkan salah satu album yang direkam Exodus setelah Anda keluar?"
 
H :"Tentu saja. Bonded By Blood, seperti menangkap sebuah momen untuk saya. Saya juga menyukai Pleasures Of The Flesh [1987]. 
 
MH: "Menurut Anda, mengapa band Exodus tidak pernah menjadi besar seperti yang seharusnya?"
 
H:"Mereka punya masalah dengan narkoba, juga ada masalah dengan perusahaan rekaman mereka… Saya pikir ketika mereka telah membangun momentum, ada sedikit jeda di antara perilisan album, sehingga mereka tidak dapat memanfaatkan momentum itu lagi. Ada suatu saat di mana mereka tidak mengeluarkan album selama beberapa tahun, dan menurut saya itu merugikan karier mereka. Karena itu, menurutku mereka adalah band yang luar biasa."
 
H: "Gary adalah pemain gitar yang luar biasa, Tom [Hunting] adalah seorang pemain dram yang bagus… Saya dapat terus bercerita tentang betapa hebatnya Exodus, dan saya sangat senang mereka kembali mendapatkan momentum. Saya hanya berpikir sangat bagus bahwa Gary menggantikan Jeff [Hanneman] ketika Slayer membutuhkan pemain gitar. Saya ingat mendatangi Kerry  King (gitaris Slayer) dan berkata, 'Wah, senang sekali kamu bisa mendapatkan Gary.' Kerry hanya menoleh ke arah saya dan berkata, 'Kamu tahu, dia satu-satunya di antara kita yang tidak berhasil mencapai kesuksesan dulu.' Saya hanya berkata dalam hati, 'Kamu benar sekali.' Saya menyukai Gary Holt bergabung di Slayer." **
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X