Dobel Album Judas Priest yang Batal Diproduksi

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Minggu, 25 Mei 2025 | 13:11 WIB
Album TURBO rilisan 1986,cetak ulang 2001.  (istimewa)
Album TURBO rilisan 1986,cetak ulang 2001. (istimewa)

TINEMU.COM- Saat album Turbo dirilis, sediikit yang mengira ini adalah hasil kompromi Judas Priest dengan label Columbia Records. Mereka minta kepada band yang sudah terbentuk di Birmingham ini sejak 1969 untuk mengurangi tempo, bahkan menggunakan synthesizer seperti grup musik lain yang saat itu tengah berkibar. Sekedar contoh, saat itu lagu-lagu rock populer seperti Van Halen (1983) dengan intro Jump-nya menjadi ikonik dan masih terngiang sampai sekarang-kemudian ada Mama dari Genesis yang memang diawali synthesizers-juga Europe The Final Countdown. Columbia menginginkan hal itu kepada Judas Priest.

Sebelumnya di label yang sama Judas Priest sudah merekam Screaming for Vengeance (1982) dan Defenders The Faith (1984). Kedua album tersebut selain sukses secara komersil, juga dinilai makin mengukuhkan mereka sebagai band heavy metal yang keras.

Album TURBO rilisan 1986,cetak ulang 2001.
Album TURBO rilisan 1986,cetak ulang 2001. (istimewa)

Tapi menjelang proses produksi album berikutnya, Turbo, pihak label kurang menyetujui format yang sama diulang lagi. Menerimanya sebagai tantangan kreatif, Judas Priest menyetujuinya. Rob Halford bahkan sempat menyodorkan ide untuk menjadi dobel album sekalian, dengan pembagian di sesi pertama bernuansa melodic rock dan sesi berikutnya lagu-lagu bertempo lebih keras.  Ide tersebut ditolak dengan alasan biaya produksinya lebih mahal dan kurang komersil. Akibatnya beberapa lagu yang sudah dikerjakan seperti Ram It Down, Hard as Iron, Love You to Death dan Monsters of Rock ditangguhkan.

Baca Juga: Mentilin, Satwa Endemik Bangka Belitung yang Berpotensi Jadi Insektisida Alami 

Album Turbo akhirnya jadi dirilis 7 April 1986 dan dinilai sebagai karya mereka yang lebih mengarah glam metal yang saat itu disukai. Namanya juga disederhanakan menjadi Turbo setelah sebelumnya mereka mengusulkan judul Twin Turbos (karena ide semula dobel album). Tema lagunya juga diubah menjadi romansa muda mudi laki-laki dan perempuan (Hot for Love, Wild Nights Hot and Crazy Days,Locked In), ketimbang tema sebelumnya yang terinspirasi dari cerita fiksi ilmiah dan fantasi.

Kaset pita album Ram It Down
Kaset pita album Ram It Down (koleksi Adi Sulistyanto)

Turbo ternyata disukai bahkan masuk Top 100 Billboard. Lagu Reckless di album ini bahkan sempat ditaksir label untuk dimasukkan juga ke dalam album soundtrack film Top Gun. Tapi Judas Priest menolak karena kurang yakin film tersebut bakal laris. Sedangkan mereka lebih menyukai lagu Turbo yang digunakan dalam soundtrack film yang dibintangi Tom Cruise itu. Untuk pertama kalinya ada lagu mereka menggunakan kibor synthesizer, Out in The Cold.   

Album Ram It Down pun akhirnya jadi dirilis dua tahun kemudian (13 Mei 1988). Album yang berisikan separuh materi yang semula untuk album Turbo ini memuat lagu cover terkenal milik Chuck Berry yang diaransemen jadi heavy metal, Johnny B Goode. Menyimak lagu-lagu di album Ram It Down yang semula adalah lagu-lagu bertempo keras untuk dobel album Twin Turbos, memang terasa cepat dibandingkan Turbo (simak lagu Heavy Metal, Come and Get it). Persamaannya dengan Turbo di album Ram It Down juga ada lagu dengan menggunakan kibor synthesizer, Blood Red Skies. Album bergambar tangan terkepal yang berarti "benturkan!" ini juga menandai berakhirnya permainan dramer Judas Priest, Dave Holland-setelah kemudian ia digantikan Scott Travis- di album Painkiller (1990).**

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X