temu-lawas

Pencarian Zoroaster dan Cahaya Ahura Mazda

Senin, 27 Januari 2025 | 08:50 WIB
Ilustrasi seorang lelaki merenung di gurun (Poe.com)

TINEMU.COM - Di padang pasir Persia yang sunyi, seorang pria bernama Zoroaster berdiri di ambang kebangkitan spiritual. Ia bukan hanya seorang manusia yang mencari makna, tetapi juga pembawa pesan bagi dunia yang tenggelam dalam konflik dan kebingungan.

Kehidupan Zoroaster adalah perjalanan mendalam menuju cahaya, sebuah upaya untuk menjawab pertanyaan terbesar tentang kebaikan dan kejahatan, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Dalam tradisi Zoroastrianisme, Ahura Mazda adalah Tuhan yang Esa, Sang Cahaya Tertinggi, yang tidak hanya menciptakan dunia tetapi juga memberi manusia kemampuan untuk memilih.

Baca Juga: Perjalanan Filosofis Plato dalam Allegory of the Cave

Namun, dunia yang diciptakan ini dipenuhi dualitas: kebaikan dan kejahatan, terang dan gelap, konstruksi dan kehancuran. Zoroaster, yang mengalami pengalaman mistik langsung dengan Ahura Mazda, menyadari bahwa hidup adalah panggung perjuangan abadi antara dua kekuatan ini.

Pengalamannya dengan Ahura Mazda bukan hanya tentang menerima wahyu; itu adalah momen transformasi. Dalam pertemuan ilahiah itu, Zoroaster melihat kebenaran yang jauh melampaui pemahaman duniawi.

Ia menyaksikan dualitas yang tampak sebagai pertempuran abadi tidaklah bersifat mutlak. Terang, dengan segala kemurniannya, selalu menjadi yang utama, sedangkan gelap hanyalah bayangan dari ketiadaan terang itu sendiri.

Baca Juga: Iconic Trust Rilis Dua Single Jelang Persiapan Album Perdananya

Ahura Mazda memberi Zoroaster amanat untuk membawa pesan ini kepada dunia. Namun, misi ini bukanlah sesuatu yang mudah. Ia menghadapi perlawanan, skeptisisme, bahkan ancaman dari mereka yang merasa nyaman dengan keyakinan lama.

Zoroaster tidak menawarkan jalan yang sederhana; ia mengajarkan bahwa manusia harus memilih dengan sadar di antara dua jalan, yaitu jalan kebenaran (asha) atau kebohongan (druj). Pilihan ini adalah inti dari kebebasan manusia, sebuah kebebasan yang menempatkan tanggung jawab besar di pundak setiap individu.

Dalam pandangan Zoroaster, dunia ini adalah medan perjuangan di mana manusia tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga pelaku. Pilihan kita menentukan apakah terang atau gelap yang akan menang.

Baca Juga: Aktor Egi Fedly Bikin Film Horor!

Namun, ia juga mengajarkan harapan: bahwa pada akhirnya, kebaikan akan menang atas kejahatan, dan dunia akan dipulihkan menjadi keadaan yang sempurna di bawah naungan Ahura Mazda.

Kisah Zoroaster adalah cerminan dari perjuangan manusia untuk memahami eksistensi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang, meski tampak kecil, merupakan bagian dari pertarungan kosmik antara kebaikan dan keburukan.

Zoroaster mengingatkan bahwa dalam setiap keputusan, ada percikan cahaya yang berusaha menembus kegelapan. Meski hidupnya berakhir ribuan tahun lalu, ajaran Zoroaster tetap bergema.

Halaman:

Tags

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB