Kisah Er, Perjalanan Jiwa Menuju Kehidupan Setelah Kematian

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 21:21 WIB
Ilustrasi Prajurit Yunani (Poe.Com)
Ilustrasi Prajurit Yunani (Poe.Com)

TINEMU.COM - Dalam mitologi Yunani, salah satu cerita paling menarik tentang pertemuan manusia dengan kekuatan tertinggi adalah kisah Er, yang diceritakan oleh filsuf Plato dalam dialognya, Republic.

Kisah ini menjadi alegori tentang kehidupan setelah mati dan perjalanan jiwa menuju tempat di mana keputusan ilahi menentukan nasib setiap individu.

Er adalah seorang prajurit yang gugur dalam pertempuran. Tubuhnya ditemukan bersama korban lainnya, tetapi tidak seperti mereka, ia tidak benar-benar mati.

Setelah sepuluh hari, tubuhnya tetap utuh tanpa tanda-tanda pembusukan. Ketika hari pemakaman tiba, Er tiba-tiba bangkit kembali dan mulai menceritakan pengalaman luar biasa yang dialaminya di dunia lain.

Er menjelaskan bahwa setelah kematiannya, ia mendapati dirinya berada di sebuah tempat kosmik yang besar, tempat jiwa-jiwa berkumpul untuk menerima penghakiman.

Baca Juga: Legenda Gilgamesh dan Perjalanan Menuju Kehidupan Abadi

Jiwa-jiwa yang baik diarahkan menuju langit untuk menikmati pahala, sedangkan jiwa-jiwa yang jahat dibawa ke kedalaman bumi untuk menerima hukuman. Er, yang menjadi pengamat dalam kisah ini, tidak dihakimi, tetapi dikirim untuk membawa pesan kepada dunia manusia.

Di tengah perjalanannya, Er menyaksikan keajaiban kosmik: sebuah poros cahaya yang dikenal sebagai "spindle of necessity" (poros kebutuhan), yang menghubungkan langit dan bumi.

Poros ini dikelilingi oleh delapan lingkaran yang mewakili orbit planet dan bintang, dan dikendalikan oleh Ananke, Dewi Takdir. Di sekitarnya, para Moirai, atau Dewi Takdir, memutar roda nasib, menentukan kehidupan masa depan jiwa-jiwa yang akan dilahirkan kembali.

Setiap jiwa diberi kesempatan untuk memilih kehidupan berikutnya berdasarkan pengalaman masa lalu mereka, tetapi pilihan ini tidak selalu membawa kebahagiaan.

Baca Juga: Makna Makanan yang Tersaji pada Perayaan Imlek

Banyak jiwa memilih berdasarkan nafsu atau ketidaktahuan, sementara beberapa yang bijak memilih kehidupan yang lebih sederhana namun penuh kebajikan.

Setelah proses pemilihan selesai, jiwa-jiwa melewati sungai Lethe, tempat mereka meminum air yang membuat mereka melupakan kehidupan sebelumnya. Dengan demikian, mereka bersiap untuk dilahirkan kembali ke dunia fana.

Namun, Er tidak meminum air tersebut, karena ia ditugaskan untuk kembali ke dunia manusia dan menceritakan apa yang telah dilihatnya.

Kisah Er tidak hanya memberikan gambaran tentang kosmologi Yunani kuno tetapi juga menggambarkan konsepsi moralitas dan keadilan ilahi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X