temu-lawas

Tercatat di Manuskrip Serat Centhini. Ini Asal Mula dan Sejarah Tempe

Minggu, 20 Februari 2022 | 14:46 WIB
Tempe sudah lama dikenal masyarakat selama berabad-abad silam. Tempe tercatat dalam manuskrip Serat Centhini jilid 3. (Setiyo)

TINEMU.COM - Tempe merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang telah mendunia. Saat ini, tempe masuk dalam tiga besar nominasi tunggal rekomendasi usulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dari Indonesia untuk didaftarkan ke UNESCO pada 2023.

Di Indonesia, tempe sudah lama dikenal selama berabad-abad silam. Dalam manuskrip Serat Centhini jilid 3 ditemukan bahwa masyarakat Jawa pada abad ke-16 telah mengenal “tempe”.

Dalam booklet Tempe terbitan Badan Standardisasi Nasional (BSN) tahun 2012 disebutkan bahwa Makanan ini diproduksi dan dikonsumsi secara turun temurun, khususnya di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Baca Juga: Takhayul Sang Walikota

Tempe merupakan makanan yang terbuat biji kedelai atau beberapa bahan lain yang diproses melalui fermentasi dari apa yang secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”. Lewat proses fermentasi ini, biji kedelai mengalami proses penguraian menjadi senyawa sederhana sehingga mudah dicerna.

Berkembang di Jawa Sebelum Abad ke-16

Banyak makanan tradisional berbahan baku kedelai berasal dari China seperti tahu, kecap, dan tauco. Namun, tempe tidak berasal dari China.

Tempe berasal dari Indonesia. Memang, tidak jelas kapan pertama kali tempe mulai dibuat. Namun, sejak berabad-abad silam makanan tradisonal ini sudah dikenal oleh masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta.

Baca Juga: SABIC Bermitra dengan Heng Hiap Industries Malaysia untuk Menggarap Limbah Plastik Pesisir

Dalam manuskrip Serat Centhini jilid 3 ditemukan bahwa masyarakat Jawa pada abad ke-16 telah mengenal “tempe”. Manuskrip ini menggambarkan perjalanan Mas Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang dan mampir di Dusun Tembayat Kabupaten Klateng.

Di dusun Tembayat, ia dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat. Salah satu latuknya adalah Brambang Jae Santen Tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan.

Kata “tempe” diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Masyarakat Jawa Kuno mengenal tumpi, makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu. Tumpi terlihat memiliki kesamaan dengan tempe segar yang juga berwarna putih. Boleh jadi, ini menjadi asal muasal dari mana kata “tempe” berasal.

Baca Juga: Belum Dapat WA Isoman? Hubungi Whatsapp Kemenkes atau Email Pedulilindungi.id

Tempe dikembangkan di Jawa sebelum abad ke-16 dan dikenal masyarakat ada Tempe Jogja, Tempe Banyumas, Tempa Malang, dan Tempe Pekalongan. Teknologi pengolahan tempe berasal dari rakyat secara turun temurun.

Halaman:

Tags

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB