TINEMU.COM - Tempe merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang telah mendunia. Saat ini, tempe masuk dalam tiga besar nominasi tunggal rekomendasi usulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dari Indonesia untuk didaftarkan ke UNESCO pada 2023.
Di Indonesia, tempe sudah lama dikenal selama berabad-abad silam. Dalam manuskrip Serat Centhini jilid 3 ditemukan bahwa masyarakat Jawa pada abad ke-16 telah mengenal “tempe”.
Dalam booklet Tempe terbitan Badan Standardisasi Nasional (BSN) tahun 2012 disebutkan bahwa Makanan ini diproduksi dan dikonsumsi secara turun temurun, khususnya di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Baca Juga: Takhayul Sang Walikota
Tempe merupakan makanan yang terbuat biji kedelai atau beberapa bahan lain yang diproses melalui fermentasi dari apa yang secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”. Lewat proses fermentasi ini, biji kedelai mengalami proses penguraian menjadi senyawa sederhana sehingga mudah dicerna.
Berkembang di Jawa Sebelum Abad ke-16
Banyak makanan tradisional berbahan baku kedelai berasal dari China seperti tahu, kecap, dan tauco. Namun, tempe tidak berasal dari China.
Tempe berasal dari Indonesia. Memang, tidak jelas kapan pertama kali tempe mulai dibuat. Namun, sejak berabad-abad silam makanan tradisonal ini sudah dikenal oleh masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta.
Baca Juga: SABIC Bermitra dengan Heng Hiap Industries Malaysia untuk Menggarap Limbah Plastik Pesisir
Dalam manuskrip Serat Centhini jilid 3 ditemukan bahwa masyarakat Jawa pada abad ke-16 telah mengenal “tempe”. Manuskrip ini menggambarkan perjalanan Mas Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang dan mampir di Dusun Tembayat Kabupaten Klateng.
Di dusun Tembayat, ia dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat. Salah satu latuknya adalah Brambang Jae Santen Tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan.
Kata “tempe” diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Masyarakat Jawa Kuno mengenal tumpi, makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu. Tumpi terlihat memiliki kesamaan dengan tempe segar yang juga berwarna putih. Boleh jadi, ini menjadi asal muasal dari mana kata “tempe” berasal.
Baca Juga: Belum Dapat WA Isoman? Hubungi Whatsapp Kemenkes atau Email Pedulilindungi.id
Tempe dikembangkan di Jawa sebelum abad ke-16 dan dikenal masyarakat ada Tempe Jogja, Tempe Banyumas, Tempa Malang, dan Tempe Pekalongan. Teknologi pengolahan tempe berasal dari rakyat secara turun temurun.