Meriahkan Bulan Kemerdekaan, Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan Digelar di Gedung Sarinah

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:57 WIB
Kementerian Sekretariat Negara menggelar Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan Tahun 2022 di Gedung Sarinah, Jakarta, mulai tanggal 13 hingga 22 Agustus 2022.  (BPMI Setpres/Rusman)
Kementerian Sekretariat Negara menggelar Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan Tahun 2022 di Gedung Sarinah, Jakarta, mulai tanggal 13 hingga 22 Agustus 2022. (BPMI Setpres/Rusman)

TINEMU.COM – Untuk memeriahkan bulan Kemerdekaan, Kementerian Sekretariat Negara menggelar Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan Tahun 2022 di Gedung Sarinah, Jakarta, mulai tanggal 13 hingga 22 Agustus 2022.

Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan yang bertajuk “Indonesia Merdeka” merupakan salah satu rangkaian kegiatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dalam salam sambutannya, menyampaikan bahwa Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan ini tidak hanya membawa para pengunjung untuk hadir secara fisik, tetapi juga masuk ke dalam perjalanan para pendiri bangsa memperjuangkan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Buka Metconnex 2022, Dirjen Minerba Ingatkan Pengelolaan Tambang Berbasis Lingkungan

Saat ini, menurut Pratikno, perjuangan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan perjuangan dari beliau-beliau,” ucap Pratikno saat membuka Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Lobby Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Tidak hanya mobil, dalam pameran tersebut juga ditampilkan koleksi arsip yang terdiri atas 44 berkas arsip tekstual, 104 arsip foto, 4 arsip video, dan 2 arsip audio. Koleksi arsip tersebut menampilkan kisah perjalanan para Kepala Negara dalam menjawab tantangan yang harus dihadapi Indonesia bahkan dunia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa pameran ini akan memberikan inspirasi tersendiri bagi para pengunjung yang datang. Erick juga menyebut para pengunjung akan disuguhkan dengan koleksi arsip yang masih berkaitan dengan kondisi perkembangan Indonesia saat ini.

Baca Juga: Masyarakat Desa Wisata Perlang Manfaatkan Lokasi Bekas Tambang Jadi Danau Pading

“Ketika founding fathers kita Bapak Presiden Soekarno mendorong pemberantasan buta huruf, ada foto-foto dan saksinya. Konteks itu saya rasa masih valid sampai hari ini, ketika kita sedang menghadapi era digital yang di mana kembali kita harus bermigrasi yang namanya dunia baru dunia digital,” katanya.

Erick menambahkan, koleksi arsip yang ditampilkan juga menjelaskan bahwa bangsa Indonesia terus beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.

“Kalau dulu buta huruf, hari ini dunia digital yang kalau kita tidak beradaptasi akan membutakan kita karena di era digitalisasi ini akan terjadi perubahan yang besar-besaran yang namanya lapangan pekerjaan dan kemudahan berusaha,” ucapnya.

Baca Juga: Hasil Survei Serologi ke-3: Kadar Antibodi Penduduk Indonesia Meningkat 4 Kali Lipat

“Kalau kita tidak adaptasi sebagai bangsa, maka kita akan menjadi bangsa yang tertinggal,” lanjutnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: presidenri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X