Beginilah Cara Mengembangkan Usaha Makanan Ringan

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Selasa, 21 November 2023 | 10:00 WIB
Ilustrasi Membuat Makanan Ringan (Playground AI)
Ilustrasi Membuat Makanan Ringan (Playground AI)

TINEMU.COM - Industri makanan ringan di Indonesia, menurut data Statista, menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pada 2021, volume distribusi makanan ringan di Indonesia sebesar 1.281 juta kilogram, dan di tahun 2023 diproyeksi menjadi 1.426 juta kilogram.

Jenis makanan ringan yang ada di pasar Indonesia, didominasi oleh biskuit dan wafer sebesar 85%, sedangkan untuk keripik, utamanya keripik kentang baru sekitar 1.3%, sisanya yang lain-lain. Artinya, peluang untuk makanan kecil selain biskuit dan wafer, sangatlah besar.

Untuk mengembangkan usaha pembuatan makanan ringan, diperlukan beberapa strategi baik untuk memulai sampai dengan memasarkannya. Berikut strategi yang perlu dilakukan oleh para pengembang usaha makanan ringan;

Baca Juga: WastBriq, Briket Ramah Lingkungan dari Ampas Kopi

  1. Pasar Sasaran yang Jelas: Tentukan pasar sasaran yang jelas untuk cemilan pisang, seperti anak-anak, remaja, atau keluarga. Fokus pada segmen pasar tertentu dapat membantu dalam perencanaan pemasaran.

  2. Riset Pasar dan Persaingan: Lakukan riset pasar untuk memahami tren terkini dalam industri makanan ringan dan identifikasi pesaing potensial. Temukan keunikan produk makanan ringan yang dapat menjadi nilai tambah.

  3. Variasi Produk: Tawarkan variasi dari makanan ringan yang mau dibuat tersebut, misalnya, untuk produk olahan pisang berbentuk keripik, bisa dibuat menjadi keripik cokelat atau pisang goreng krispi. Ini dapat menarik lebih banyak pelanggan dengan selera berbeda.

    Baca Juga: Single Terbaru Nemo Angkat Kegelisahan Hati Pria
  4. Pemasaran Melalui Media Sosial: Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk makanan ringan tersebut. Gunakan gambar-gambar menarik, buat konten kreatif, dan berinteraksi dengan audiens potensial.

  5. Paket Sampel untuk Pengenalan: Tawarkan paket sampel makanan ringan itu kepada tetangga dan komunitas sekitar. Ini memungkinkan orang untuk mencoba produk tanpa harus berkomitmen untuk membeli dalam jumlah besar.

  6. Kerjasama dengan Toko Lokal: Bangun kemitraan dengan toko-toko kelontong atau kafe lokal untuk menjual produk makanan ringan produksi itu di sana. Hal ini dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas produk.

  7. Penawaran Promosi Pertama: Tawarkan harga promosi atau diskon khusus untuk pesanan pertama. Ini dapat menarik perhatian pelanggan potensial dan mendorong mereka untuk mencoba produk.

    Baca Juga: Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 Lahirkan Penjaga Bahasa di Sumatra Utara
  8. Branding yang Menarik: Kembangkan merek yang menarik dan konsisten untuk produk makanan ringan tersebut. Desain kemasan yang menarik juga dapat membedakan produk dari pesaing.

  9. Partisipasi dalam Acara Komunitas: Ikut serta dalam acara-acara komunitas seperti pasar malam atau festival lokal. Hal ini dapat memberikan peluang untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada calon pelanggan.

  10. Program Loyalty: Dirikan program loyalitas yang memberikan insentif kepada pelanggan yang kembali membeli. Ini bisa berupa diskon atau hadiah khusus untuk setiap pembelian berulang.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, ada peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pesanan pertama 1 kuintal makanan ringan dan membangun basis pelanggan yang setia.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X