Ketiga, digital marketing disamakan dengan aktivitas selling di kanal online. Faktanya, aktivitas jualan hanya satu dari banyak elemen dari digital marketing. Keempat, online kills offline. Banyak yang mengira bahwa tren online akan mematikan offline.
Kelima, bottom funnel dianggap paling penting. Kenyataannya, untuk sampai pada tahap keputusan pembelian ini, pelanggan harus melewati seluruh customer journey.
Baca Juga: Iwan Xaverius ex bassist Edane dan Jet Liar Meninggal Dunia
Keenam, digital marketing itu hanya berlaku untuk perusahaan teknologi. Faktanya semua industri membutuhkan digital marketing. Ketujuh, digital marketing itu trial & error. Masih banyak merek yang menganggap digital marketing sebagai proyek coba-coba.
Kedelapan, di dunia digital, Gen Z disamakan dengan Milenial. Padahal, kedua generasi itu memiliki karakter dan preferensi yang berbeda. Kesembilan, content marketing disamakan dengan digital advertising. Faktanya, itu merupakan dua hal berbeda.***