Sembilan Mitos Digital Marketing Dibongkar di Marketeers Tech For Business 2024

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 6 Juni 2024 | 12:37 WIB
Ilustrasi digital marketing (Pixabay.com/@ProdeepAhmeed)
Ilustrasi digital marketing (Pixabay.com/@ProdeepAhmeed)

Ketiga, digital marketing disamakan dengan aktivitas selling di kanal online. Faktanya, aktivitas jualan hanya satu dari banyak elemen dari digital marketing. Keempat, online kills offline. Banyak yang mengira bahwa tren online akan mematikan offline.

Kelima, bottom funnel dianggap paling penting. Kenyataannya, untuk sampai pada tahap keputusan pembelian ini, pelanggan harus melewati seluruh customer journey.

Baca Juga: Iwan Xaverius ex bassist Edane dan Jet Liar Meninggal Dunia

Keenam, digital marketing itu hanya berlaku untuk perusahaan teknologi. Faktanya semua industri membutuhkan digital marketing. Ketujuh, digital marketing itu trial & error. Masih banyak merek yang menganggap digital marketing sebagai proyek coba-coba.

Kedelapan, di dunia digital, Gen Z disamakan dengan Milenial. Padahal, kedua generasi itu memiliki karakter dan preferensi yang berbeda. Kesembilan, content marketing disamakan dengan digital advertising. Faktanya, itu merupakan dua hal berbeda.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: MarkPlus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X