TINEMU.COM - Di tengah derasnya adopsi teknologi dan kompetisi global, Provinsi Riau menegaskan bahwa pemasaran bukan lagi sekadar alat promosi, melainkan strategi membangun reputasi dan masa depan.
Melalui Pekanbaru Marketing Festival 2025, bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival (IMF), Riau menegaskan tekadnya untuk menjadikan pemasaran sebagai fondasi inovasi daerah, penguatan reputasi, dan pembangunan ekonomi inklusif.
Wakil Gubernur Riau, H. SF. Hariyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa daya saing daerah ditentukan oleh kemampuan membangun reputasi dan kepercayaan, bukan semata infrastruktur atau sumber daya alam.
Baca Juga: Kurangi Sampah Plastik, FEB UGM Bagikan 586 Lunch Box untuk Mahasiswa Baru
“Pemasaran menjadi strategi paling relevan untuk memperkuat posisi daerah secara nasional dan global melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Hariyanto.
Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya dalam sesi “Trade War or Tech War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran” menjelaskan bahwa di era digital yang semakin kompetitif ini, penting bagi kita semua untuk menemukan Positioning, Differentiation dan Brand (PDB) yang kuat untuk memenangkan persaingan.
Hermawan juga menekankan pentingnya bagi suatu perusahaan untuk mencapai Quality, Cost, Delivery, dan Service dengan pemaparan dan contoh kasus studi dari jenama-jenama terkemuka di Indonesia dan internasional.
Baca Juga: Art Moments di Agora Mall: Meiro Collection Tampilkan 9 Perupa International
Tidak lupa juga Hermawan menyerukan urgensi untuk menerapkan inisiatif keberlanjutan dalam rangka membantu tercapainya 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan oleh PBB tercapai di tahun 2030.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat menekankan pentingnya membangun narasi city branding yang otentik dan menyatu dengan identitas daerah.
Menurutnya, branding bukan sekadar soal logo atau tampilan visual, melainkan bagaimana potensi budaya lokal diolah secara konsisten dan strategis menjadi identitas yang dikenali, diterima, dan dibanggakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Safari Bazaar Putaran 14 Jadi Ekosistem Bisnis Berkelanjutan Dukung Pertumbuhan UKM
Dua sesi panel diskusi memperkaya perspektif. Panel pertama bertajuk “New Customer Management” membahas loyalitas pelanggan berbasis teknologi cerdas.
Pada sesi ini, Founder of Avara Custom Indonesia, Alvon Yulius sebagai anggota dari Diplomat Entrepreneurs Network menyampaikan bahwa loyalitas pelanggan tidak lagi dibangun melalui program diskon atau hadiah, tetapi lewat pengalaman yang personal dan relevan.