Berpacu dengan Waktu dalam 'Knox Goes Away'

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Minggu, 19 Mei 2024 | 19:26 WIB
Michael Keaton sebagai John Knox,pembunuh bayaran profesional. (foto: tangkap layar trailer 'Knox Goes Away')
Michael Keaton sebagai John Knox,pembunuh bayaran profesional. (foto: tangkap layar trailer 'Knox Goes Away')

TINEMU.COM-Film ini mengisahkan pembunuh bayaran profesional John Knox yang bekerja kepada Xavier Crane (Al Pacino). Knox bercerai, hidup bersama pacarnya Annie. Knox jauh-jauh hari di sela tugas atau waktu senggang, konsultasi ke dokter, bahkan melakukan berbagai terapi.

Tapi keputusan dan prediksi dokter harus diterima: ia cuma punya waktu beberapa minggu. Ini tak mudah karena vonis dokter diterimanya tatkala masih ada tugas yang belum selesai. Knox kemudian berjuang habis-habisan menyelesaikan tugasnya, bahkan ia sudah mulai mengurus harta warisannya agar jatuh ke tangan yang tepat-termasuk kepada Annie,pacarnya.

Saat bertugas Knox melakukan kesalahan fatal, rekannya sendiri tertembak. Tak hanya itu, ia didatangi putranya, minta tolong karena tak sengaja membunuh orang yang hendak mencelakai putrinya.

Baca Juga: Searching for Sugar Man-Perjalanan Mencari Sang Idola

Knox hobi membaca beragam jenis buku termasuk filsafat, psikologi, dan ilmu sosial. Adegan ini mungkin diperlihatkan bahwa meskipun hobi baca, tetap saja akan digerus demensia. Untuk film ini Keaton bekerja sama dengan penulis Gregory Poirier. Semula film ini membuat kita mengira perjuangan seseorang melawan kepikunan. Nyatanya tidak. Film Knox Goes Away menunjukkan bagaimana kita mengisi hidup. Demensia tak bisa dilawan, bisa terjadi kepada siapa saja, meskipun ada banyak hal yang paling tidak bisa menguranginya. Sejumlah fakta menjelaskan, lagi-lagi tak semua orang kondisi fisiknya sama.

Film ini jangan-jangan adalah peringatan untuk Michael Keaton sendiri yang sudah berumur lebih dari 70 tahun, agar tetap berkarya sehingga turut ambil alih sebagai sutradara. Sekedar contoh Bruce Willis yang sebenarnya sepantaran dengan Keaton sudah lebih dulu demensia. Tapi Clint Eastwood yang berusia 90 tahun keatas masih aktif menyutradarai film. Kemudian di jejeran sutradara film masih ada Martin Scorsese dan Francis Ford Coppola yang tetap aktif di usia gaek.

Film ini kemudian memperlihatkan bagaimana Knox berpacu dengan waktu, sebelum seorang detektif yang menyelidiki kasus menyadari Knox pelakunya. Alur film ini cukup cepat dan lancar. Uniknya film ini tak ditutup dengan cerita yang sungguh-sungguh selesai-satu hal yang mengingatkan kita pada karakter lain yang pernah diperankan Keaton dalam film Birdman (2014) atau The Founder (2016).**

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X