TINEMU.COM-Sisi Selatan terbentuk pada 2008 berdasarkan ide dari Ronald Hutahaean (vokal), Camad Rizal (bass), Troponk Harry (gitar), dan Aditya Saka (drum). Satu tahun kemudian, Adi Wibowo (gitar) bergabung untuk melengkapi formasi Sisi Selatan di mana sejak saat itu mereka sepakat untuk membawakan lagu-lagu bergenre metalcore dengan pengaruh dari As I Lay Dying, Lamb Of God, dll.
Pada tahun yang sama, Sisi Selatan merilis single pertama Message From Gaza secara secara mandiri bersama HEXAGRAM, yang diikuti oleh single Late Apologize. Berselang tiga tahun, band ini merilis album pertama Mengecam Ambisi di mana pada saat yang sama Aditya Saka hengkang dan digantikan oleh Rinno Orlando.
Masih pada 2012. Ronald mengambil cuti dari Sisi Selatan untuk bekerja di luar negeri. Posisinya digantikan oleh Shinta Arisanti yang bertahan bersama band ini hingga 2014 dan menghasilkan lagu bertajuk My Way. Memasuki 2015, Sisi Selatan merilis album kedua, Time.
Pada tahun-tahun berikutnya, band ini secara bertahap melepas sejumlah single, antara lain Silent (2019), Rats (2023), dan Hilang (2024) sebelum akhirnya kini merilis album ketiga, Bhavitra.
Sisi Selatan kini berada di bawah naungan RIVE, manajemen yang mewadahi Gilga Sahid & GildCoustic. Melalui album yang dalam bahasa Sansekerta memiliki makna 'tiga dunia' ini, Sisi Selatan yang kini digawangi Ronald Hutahaean (vokal), Adi Wibowo (gitar), Harri (gitar), Rizal (bass), dan Rinno Orlando (drum) mencoba bereksperimen dengan cara berkolaborasi dengan musisi nasional dari tiga genre berbeda. Bukan cuma dari ranah metal, melainkan juga musisi dari luar area musik bising.
Dengan album lintas genre ini, para penggemar diharapkan bisa memilih genre musik mana yang mereka sukai. Ini sekaligus jadi penegas bahwa musikalitas Sisi Selatan tetap kekinian.Di saat band ini tetap idealis dengan genre metalcore-nya, Sisi Selatan tak menutup mata dengan tren musik saat ini.
Proses penggarapan album ini sendiri membutuhkan waktu enam bulan. Dengan waktu sepanjang itu, mereka mencoba untuk menghadirkan sesuatu yang baru sekaligus berbeda melalui beberapa single yang termasuk di dalamnya.
“Pada proses pembuatan album ini, kami lebih intens berdiskusi dari sisi proses produksi rekaman dan pembuatan video klip dengan tim RIVE," ujar Adi Wibowo, gitaris Sisi Selatan. Dari sisi musik, diakui vokalis Ronald, album Bhavitra cukup banyak memasukkan unsur elektronik dan beberapa sentuhan string orkestra dibandingkan dengan dua album sebelumnya. Bahkan, Adi menimpali, pada single utama album ini, Kau Belum Mati menampilkan vokalis forRevenge, Boniex, mereka menyuguhkan musik yang tak terlalu keras namun tetap energik.
"Liriknya tidak jauh dari patah hati karena Boniex sendiri memang anak emo total. Meski terdengar berbeda dengan lagu-lagu Sisi Selatan sebelumnya, kami tetap dengan tegas tidak menghilangkan unsur metalcore di dalamnya, dan kita liat saja pasti kalian suka karena lagu ini sangat easy listening dan reff-nya sangat gampang nyantol di telinga," Adi Wibowo menjelaskan.
Lewat album ini, Sisi Selatan ingin menyampaikan bahwa mereka tidak akan berhenti berkarya dan bakal terus berpartisipasi di industri musik di Indonesia. Album Bhavitra bisa dinikmati di berbagai digital streaming platform (DSP) pada 1 November. Video musik single pertama Kau Belum Mati sudah bisa disaksikan di kanal YouTube Sisi Selatan.**
Artikel Terkait
Bless the Knights Rilis Single Baru Setelah Diumumkan jadi Nominator AMI Awards
Lagu Terbaru Raisa Ingatkan Seseorang yang Berjuang dalam Hidup
Yovie & Nuno : Formasi Baru, Lagu Baru dan Vibes Baru
POTRET Rilis Album Live : Lagu Hits Kemasan Baru