Karya Terbaru Driven By Animals Dedikasi untuk Yap Yun Hap, Korban Tragedi Semanggi II 1999

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Minggu, 28 September 2025 | 13:47 WIB
Driven By Angels dedikasikan karya terbarunya Tragedi Semanggi II,1999 (istimewa)
Driven By Angels dedikasikan karya terbarunya Tragedi Semanggi II,1999 (istimewa)

TINEMU.COM- Terbentuk sejak tahun 2011, Driven By Animals atau DBA dibentuk Bhusdeq gitaris Drive dengan mengusung genre progresif rock. Beranggotakan Ibnuthd (lead guitar), Febri (bass), Vely (dram), dan tentunya Bhusdeq (gitar, vocal). Grup ini konsisten mengangkat lagu-lagu dengan tema sosial dan politik. Lirik-liriknya selalu lugas, apa adanya dan membeberkan fakta kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya.

DBA kali ini merilis single terbarunya bertajuk Semanggi 1999. Karya ini didedikasikan kepada Yap Yun Hap, seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) yang tewas tertembak saat ikut serta demonstrasi pada 24 September 1999 (Tragedi Semanggi II).

“Lagu ini gue persembahkan untuk semua mahasiswa yang sudah menjadi korban di tahun 1998-1999. Dan juga untuk keluarga korban dan aktivis HAM yang masih terus lantang memperjuangkan keadilan. Dari setelah reformasi hingga sekarang, masalah ini tidak pernah di usut tuntas. Usaha mereka sering kali terbentur oleh keterbatasan hukum dan politik,” ujar Bhusdeq.

Baca Juga: From Ireland to Indonesia : Monica Karina Tampilkan Kolaborasi dengan Musisi Dunia

Ide menuangkan pengalaman ini sudah lama ada di pikiran Bhusdeq. Namun proses pembuatan lagu ini baru terealisasi di tahun 2025.

“Di tahun 1999 itu, gue masih kuliah di UI. Saat itu, gue ikutan demonstrasi mahasiswa di Semanggi dan salah satu teman gue tertembak namanya Yun Hap. Kita sama-sama mahasiswa satu angkatan 96 di Fakultas Teknik UI. Sore itu yang seharusnya kita sudah bubar demo, malah kita melihat teman kita tertembak dan langsung melarikannya ke RS Cipto. Kebetulan saat itu, gue diminta Dokter sebagai saksi untuk membuat pernyataan otopsi. Dan buat gue itu adalah pengalaman yang paling traumatis dan enggak bisa hilang di ingatan gue sampe sekarang,” ungkap Bhusdeq tentang ide lagu ini.

Lagu Semanggi 1999 ini memang dirancang dengan konsep akustik. Didominasi dengan instrumen gitar akustik dan vokal, serta tambahan sound cello yang menguatkan rasa. Aransemen musiknya lebih ballad menyesuaikan tema lagu yang berbicara tentang duka. Dan tepat di tanggal 24 September 2025, Bhusdeq bersama DBA kembali mengenang peristiwa 26 tahun lalu tersebut sebagai lagu baru mereka.

Baca Juga: Meiska Patah Hati Lagi di 'Berat Rasanya', Kok Bisa?

“Karena lagu ini agak pribadi buat gue, khusus di lagu ini gue enggak melibatkan personil yang lain karena mungkin di tahun 1999 itu mereka ada yang baru lahir atau masih kecil. Hasilnya pun jadi lebih natural karena peristiwa yang memotivasi lagu ini lebih personal ketimbang lagu-lagu lain yang akan ada di album nanti. Tujuh lagu lainnya nanti akan ada di album, direkam bareng dengan personil lain,” jelas Bhusdeq.

DBA juga akan merilis lagu baru mereka satu per satu dan segera me-launching album pertama mereka yang berisi 11 lagu di tanggal 17 Oktober 2025 nanti. Sebelumnya mereka sudah merilis 4 single sebelumnya yaitu Semua Boleh Jadi Presiden di tahun 2021, Diorama (Akhir Periode Kedua) di tahun 2024, MasaHitam (Mati Susah Hidup Tak Mampu) di Agustus 2025 dan Oh Beraninya yang telah dirilis tanggal 13 September 2025.**

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X