temu-paran

Galeri Indonesia Kaya Angkat Karya Maestro Tari Aceh

Minggu, 31 Maret 2024 | 01:16 WIB
(foto : pradnyaparamita)

TINEMU.COM-Marzuki Hasan adalah seorang Maestro Tari Aceh yang lahir dan besar di Gampong Meudang Ara, Aceh Barat Daya pada tahun 1943. Sejak kecil, ia sudah berkiprah di dunia tari khususnya tari Seudati dan tari Saman.

Marzuki Hasan tak hanya dikenal menjadi guru bagi banyak penari muda, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional Indonesia, khususnya tari Aceh. Ia mendedikasikan dirinya mengajar di Institut Kesenian Jakarta hingga masa pensiunnya. 

Karya-karya Marzuki Hasan atau akrab disapa Pak Uki sangat kaya akan pantun berisi petuah dan budaya Aceh sehingga beliau dipandang sebagai salah satu pelopor karya sastra Aceh di Indonesia. 30 Maret 2024, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan pertunjukan karya Pak Uki “Tari Aceh Dari Masa Ke Masa” di Auditorium Galeri Indonesia Kaya. Tak sendirian, dalam pertunjukan ini Marzuki Hasan berkolaborasi dengan kelompok Gema Citra Nusantara dan Canang7.

Baca Juga: Menparekraf Ingin Film 'Badarawuhi di Desa Penari' Lampaui Sukses Film Pertamanya

(foto : pradnyaparamita)

Selama kurang lebih 60 menit, penikmat seni dihibur dengan pertunjukan yang kental dengan kebudayaan Aceh. Beragam tarian dan lagu-lagu yang ditampilkan menggambarkan perjalanan dedikasi Marzuki Hasan untuk tari Aceh dari masa ke masa yang berjudul Likok Meualoen. Likok Meualoen merupakan perpaduan keselarasan, energik, kebersamaan di dalam gerak tari yang dikemas dengan ritme pukulan perkusi Aceh dan syair-syair yang membawa pesan bermanfaat sehingga garapan ini menjadi sebuah kekuatan tersendiri.

Pertunjukan dibuka oleh Musik Garapan Canang 7, dilanjutkan dengan Tari Ranup Lampuan. Kemudian penikmat seni menyaksikan penampilan duet Deddy dan Karissa A. Soerjanatamihardja yang membawakan Lagu Bungong.

Di pertengahan acara, penikmat seni disuguhkan kembali oleh musik yang dibawakan oleh Canang7 dan dilanjutkan mengajak para penikmat seni untuk menari bersama. Di penghujung acara penikmat seni dihibur dengan Tari Rampoe Meuhayak yang diawali dengan syair dan pantun.

Baca Juga: GWK Suguhkan Budaya Literasi untuk Siswa Sekolah Dasar

“Pertunjukan Tari Aceh Dari Masa Ke Masa ini diharapkan dapat menjadi wujud apresiasi kami terhadap karya-karya Pak Uki dan dapat menghibur dan bermanfaat bagi para penikmat seni,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

(foto: pradnyaparamita)

"Semoga pertunjukan ini dapat menginspirasi dan menambah wawasan para penikmat seni, terutama generasi muda tentang kebudayaan Aceh, agar kedepannya generasi-generasi muda dapat melestarikannya sehingga seni tari dan budaya Aceh tetap berkumandang di pentas internasional,” kata Pak Uki sebelum memulai pentas. **

 

Tags

Terkini