temu-paran

Nadine Kei, Dari Pendidikan Hukum ke Musik

Rabu, 22 Januari 2025 | 08:11 WIB
art work Summer Come Faster (istimewa)

TINEMU.COM – Nadine Kei Inara, gadis muda multitalenta penggagas berdirinya organisasi pendidikan hukum untuk pemuda, By Law, ini melebarkan sayap karirnya ke dunia musik. Nadine Kei merilis single berjudul Summer Come Faster yang ia ciptakan dan produseri sendiri. Single ini resmi dirilis pada awal Januari 2025 dan sudah dapat dinikmati di berbagai kanal musik digital, seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Peluncuran single ini menandai langkah awal Nadine Kei di industri musik yang makin berkembang.

Nadine Kei, sudah lama tertarik kepada dunia seni (istimewa)

Selain menyukai dunia akademis, sejak kecil ia juga punya ketertarikan di dunia musik, seni peran, dan tari. Ia sering tampil dalam konser, konser amal, serta menjadi top 5 dalam ajang kontes menyanyi yang ditayangkan di sejumlah channel TV di Asia. Pada awal 2021, Nadine Kei juga tampil dalam konser Teman Baru yang disponsori oleh Djarum dengan membawakan lagu karyanya sendiri berjudul Back. Kecintaannya pada dunia musik membuatnya selalu menyempatkan diri untuk mengarang dan menggubah lagu di sela-sela kesibukan belajarnya hingga saat ini.

"Saya mulai menulis lagu sejak usia 11 tahun. Hingga saat ini ada puluhan lagu yang sudah saya buat. Bagi saya musik dan akademik memiliki kaitan yang erat. Selain memberikan manfaat kognitif, melalui musik, kita dapat menjadi individu yang lebih berdaya, kreatif, dan terhubung dengan dunia di sekitar kita," ujarnya.

Baca Juga: Ini Dia 'Leiden' Serial Drama Favorit Baru di MAXStream dan MyTelkomsel!

Nadine Kei menjelaskan, lagu Summer Come Faster menceritakan long distance relationship (LDR) pasangan yang berharap musim panas datang lebih cepat, sehingga mereka dapat bertemu kembali. Di sisi lain, lirik lagu ini juga dapat diartikan sebagai rasa depresi musiman selama masa studi pada musim dingin di Amerika Serikat. Musim dingin dengan suhu yang menusuk disertai hujan dan angin memunculkan mimpi atau harapan datangnya musim panas yang lebih cepat.

Adapun “musim panas” digunakan sebagai metafora untuk menjelaskan tentang masa di mana seluruh kesulitan dan tantangan yang dihadapi telah berakhir sehingga menimbulkan rasa bahagia. Dalam penulisan lirik lagu ini, ia banyak menggunakan metafora hubungan percintaan seperti jatuh cinta dan putus cinta untuk mengisahkan emosi dan perasaan yang dialami.

Nadine Inara Kei (foto istimewa)

Selain bermusik, Nadine Kei memiliki segudang prestasi di antaranya Best Delegate pada Oxford MUN di Singapore tahun 2019, Best Delegate pada Harvard Model Congress Asia di Tokyo pada tahun 2020, serta best delegate pada beberapa konferensi lokal dan internasional. Saat duduk di bangku SMP, Nadine Kei menggagas simulasi konferensi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) berskala internasional yaitu Kaleidoskop Model United Nations (KSMUN) yang didukung langsung oleh PBB melalui UNHCR dan melibatkan puluhan peserta dari 7 negara di dunia, antara lain Uni Emirat Arab, Kanada, Nigeria, Afrika Selatan dan India.

Baca Juga: Kabar Gembira! Kusala Sastra Khatulistiwa Digelar Lagi Tahun Ini

Fasih berbahasa Inggris dan Mandarin, Nadine tercatat sebagai mahasiswi di University of California Berkeley yang aktif dengan beasiswa penuh. Selain menjabat sebagai Head Chair dan Head of Outreach di Berkeley MUN, organisasi penyelenggara MUN pertama di dunia, Nadine Kei juga aktif sebagai anggota Data Science Society di UC Berkeley. Nadine Kei saat ini juga menjabat sebagai Executive Director untuk event Nusantara, sebuah festival tahunan Indonesia terbesar di Bay Area, California, yang diselenggarakan oleh Berkeley Indonesian Student Association (BISA) untuk memperkenalkan aneka ragam kebudayaan Indonesia ke mancanegara.

Dengan peluncuran single pertamanya, Summer Come Faster, Nadine Kei berharap dapat menginspirasi publik untuk terus mengejar impian mereka baik dalam seni maupun akademik dengan tetap kuat untuk mengatasi segala tantangan.**

 

Halaman:

Tags

Terkini