TINEMU.COM - Mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI), Rachel Zaphaniah (Rachel Z) mengawali karirnya dengan merilis debut single Seek Warmth di industri musik bersama Hear2Ear Records dari Amerika. Adalah Arlo Hennings, mantan Direktur Pengembangan Penulis Lagu di Universal Music Group (UMG) Los Angeles dan mantan konsultan label Indonesia untuk MoonJune Records di New York, yang menemukan dara ini.
Rachel Z, dengan vokalnya yang khas dan emosional serta kemampuannya menulis lagu menambahkan warna baru pada rilisan debutnya. Seek Warmth menurut definisi Rachel sendiri adalah ear worm sebuah lagu yang akan merayap ke dalam kepala Anda dan mudah-mudahan menjadi sahabat terbaik berikutnya.
"Seek Warmth memadukan elemen organik dan akustik dengan sentuhan produksi modern, menciptakan suara yang terasa intim dan luas," jelas Rachel.
Baca Juga: Farel Prayoga Bawakan OST 'Air Mata di Ujung Sajadah 2', Persembahan Kepada Ibu Tercinta
"Secara lirik, lagu ini mencerminkan filosofi 'if it clicks, it clicks / jika cocok, ya cocok' dan mengambil sensasi dari kehangatan sinar matahari. Kami sangat antusias mempersembahkan rilisan debut saya, Seek Warmth, kepada para pendengar. Lagu ini memiliki makna yang mendalam, dan kami berharap lagu saya akan menjangkau pendengar lintas generasi," lanjut Rachel.
"Saya berterima kasih kepada Adi Wijaya, staf ISI di Yogyakarta, yang telah memperkenalkan Rachel," jelas Hennings yang telah bekerja dengan para penulis lagu seperti Janet Jackson, Prince, dan Paula Abdul. Di Indonesia, ia mempromosikan Dewa Budjana, Dwiki Darmawan, Tohpati, Ligro, Simak Dialog, dan Tesla Manaf- serta grup I Know You Well, Miss Clara serta Eric Sondhy ke audiens internasional.
"Apa yang membuat Rachel begitu unik adalah bahwa dia seorang penyanyi/penulis lagu, produser, dan artis yang mampu melakukan rekaman mandiri. Rachel sejalan dengan Taylor Swift, Joni Mitchell, dan Kate Bush, yang dikenal karena kemampuan menulis lagu, vokal, serta keterampilan produksi mereka. Seek Warmth juga mengingatkan saya pada mega hits Nadin Amizah, Bertaut," ungkap Hennings yang berbekal pengalamannya dari A&R, gitaris, promotor, produser, hingga publishing kini mengembangkan label Hear2Ear Records.
Baca Juga: Arlo Hennings : Pikiran dan Perjalanan Ekspatriat dalam Lagu dan Buku
Hear2Ear Records semula hanya mengembangkan katalog artis atau grup musik yang tergabung dalam UMG, kini berkembang pula menjadi label serta distibusi internasional artis/grup baru-salah satunya Rachel Z. Hear2Ear menawarkan layanan seperti distribusi global, pemasaran, pendanaan, dan lainnya, dengan fokus pada pemberdayaan artis agar tetap mandiri dan kreatif.
"Peran saya sebagai Produser Eksekutif banyak memberi masukan pada mastering dan mixing, sementara Rachel sudah cukup mampu mengurus hal lainnya (musik dan aransemen). Ia memiliki tekad dan memiliki etos kerja yang kuat semoga kelak menjadi kisah sukses di industri musik saat ini yang sulit diprediksi," ujar Hennings.
"Rilisan berikutnya dari Rachel Z adalah Old Christmas dijadwalkan dirilis sebelum akhir tahun 2025. Setelah Rachel lulus ISI pada 2026, saya menantikan lebih banyak karya indah darinya," pungkas Hennings. Seek Warmth resmi pada 6 September 2025 dirilis di bawah label Amerika, Hear2Ear, dan dapat dinikmati secara global di semua layanan streaming serta unduhan digital. Rilisan berikutnya, termasuk MV Seek Warmth akan segera menyusul.**