Return To Hogwarts, Mengembalikan Kenangan Kita dari Setiap Film Harry Potter

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Minggu, 2 Januari 2022 | 21:59 WIB
Harry Potter 20th Anniversary: Return To Hogwarts
Harry Potter 20th Anniversary: Return To Hogwarts

TINEMU.COM - Mengawali tahun 2022, HBO Max meluncurkan sebuah film dokumenter berjudul "Harry Potter 20th Anniversary: Return to Hogwarts" yang dibintangi oleh hampir seluruh pemeran film Harry Potter sejak Harry Potter dan Batu Ajaib sampai yang terakhir.

Film yang mengambil cuplikan-cuplikan film asli, behind the scene, maupun footage-footage dari rangkaian produksi seperti proses audisi, wawancara pemeran utama, juga mengetengahkan pikiran dan perasaan para pemain, sutradara baik tentang karakter, film itu sendiri, maupun apa yang terjadi di dalam pembuatan film tersebut.

Dari film ini, pemirsa akan disuguhi bagaimana Emma Watson dari sejak dibacakan buku Harry Potter merasa bahwa ia adalah orang yang tepat untuk memerankan Hermione Granger, atau bagaimana JK Rawling merasa putus asa belum menemukan pemeran dari Harry Potter.

Baca Juga: Sepanjang 2021, KAI Commuter Layani 124 Juta Lebih Pengguna KRL

Melalui film ini, pemirsa juga diajak memasuki Hogwarts yang didesain secara luar biasa oleh Stuart Craig, dan jika ingat di ruang aula Hogwarts ada ratusan lilin menyala tergantung di udara, itu benar-benar lilin yang digantung dengan tali senar sehingga sering puluhan lilin itu berjatuhan ketika apinya membakar tali senarnya.

Kelima orang sutradara dari film pertama hingga ke delapan serial Harry Potter ini juga dihadirkan berikut cerita mengapa mereka terlibat dan apa yang mereka inginkan saat mereka menyutradarai film itu. Semisal bagaimana Chris Columbus berhasil mengarahkan anak-anak usia sekolah dasar berakting dengan brilian. Atau mengapa Mike Newell diperlukan untuk mengarahkan film ke empat di mana Daniel Radcliffe dan kawan-kawannya sudah beranjak remaja.

Ada pula cerita hubungan antara para pemain yang dikatakan oleh Garry Oldman kepada Daniel Radcliffe sudah seperti keluarga, namun menyimpan cerita cinta remaja yang rumit antara Emma Watson dan Tom Felton, di mana Tom tetap menganggap Emma seperti adiknya.

Baca Juga: Energi Angin dan Matahari Adalah Energi Masa Depan

Sebagai film yang menyuguhkan kenangan para pemeran, sutradara, dan pembuatnya, sedikit banyak film Return to Hogwarts ini juga membawa para pemirsa yang mungkin pembaca buku Harry Potter atau sekadar penikmat film-film serialnya akan pada kenangan saat membaca buku atau menonton filmnya dulu.

Di dalam film ini juga dikisahkan betapa JK Rawling sangat membantu pada para pembuat film semisal menuliskan dengan detail (dan menjadi buku tersendiri) olah raga quidditch atau bagaimana David Yates membicarakan selama berminggu-minggu bagaimana adegan ciuman antara Emma Watson dan Rupert Grint, yang membuat Daniel Radcliffe juga ingin berada di set pengambilan gambar saat itu terjadi.

Jika anda seorang potterhead (penggemar Harry Potter) tentu film ini sangat layak untuk ditonton. Paling tidak, untuk kembali mengenang beberapa adegan yang ikonik dan sangat layak untuk diperbincangkan berulang kali, seperti pidato Neville di depan Lord Voldemort tentang Harry Potter yang tidak akan mati sia-sia.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X