DEATH- Anomali Dunia Musik Rock (Bag.2)

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Selasa, 16 Januari 2024 | 16:27 WIB
foto deathfromdetroit.com
foto deathfromdetroit.com

TINEMU.COM- “Mengganti nama ‘Death’ sama saja mengobrak-abrik landasan musik kami!” kenang Bobby Hackney Sr. ketika ia menjelaskan kepada David alasan Arista Records harus mengganti nama band. Tentu saja nama tersebut dianggap kurang “selling” selain memainkan musik rock yang sudah terjebak dalam pengertian “musik kulit putih”!

“Death sendiri bermakna filsofis-yaitu ya, kita sendiri tidak ‘mati’ secara harafiah-melainkan terus hidup. Death dia artikan pula sebagai ‘kelahiran’-bahwa kematian memang tak bisa ditolak tapi dia juga berarti kelahiran,” jelas Bobby Hackney Sr. salah satu saksi hidup band ini karena dialah satu-satunya anggota band yang masih ada dan mau berkisah tentang “Death”.

Lama berselang, David kemungkinan menyerah juga dengan idealismenya. Dia kembali ke Detroit, meninggalkan Dannis dan Bobby. David memulai karier musiknya dengan membentuk band reggae “Lambsbread”. Sutradara Jeff Howlett bertemu Bobby dan Dannis Hackney pada tahun 1990-an di acara festival musik tempat “Lambsbread”, manggung. Sementara itu Bobby Hackney Jr. punya band sendiri “Rough Francis” bersama saudara-saudarananya memainkan lagu band ayahnya, “Death”.

Baca Juga: DEATH- Anomali Dunia Musik Rock (Bag.1)

Setelah Howlett menonton pertunjukan tersebut, dia terkesan dengan musiknya dan mulai mengerjakan film dokumenter ini terutama setelah mendengar kisah di balik band “Rough Francis”. Cukup sulit karena band ini artefaknya berhamburan di mana-mana. Melalui Bobby Hackney, Jr. lah kepingan cerita ini mulai tersusun karena Bobby salah satu generasi baru yang bersedia memainkan “Death”.

Selain mendapatkan informasi dari keluarga Hackney sendiri, Howlett dibantu Covino- seorang pembuat film dokumenter. Sejak 2008 mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan mengatur dan memindai foto dari anggota keluarga grup tersebut yang tersebar di Vermont, Ohio dan Detroit. Bukan pekerjaan mudah karena sangat sedikit cuplikan video dari gitaris grup David Hackney yang muncul selama penelitian mereka.

Baca Juga: Dalam Sehari Ada 3 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Ini Imbauan KAI

David Hackey, sang pionir meninggal karena kanker paru-paru pada tahun 2000. Kisah dalam film "A Band Called Death" membuktikan pernah terjadi diskriminasi dalam industri musik serta anomali ada band yang baru dikenal 30 tahun kemudian karena zaman berubah, juga akhirnya penting bagi keluarga Hackney itu sendiri.

Kisah ini menjadi tak hanya dokumentasi berarti bagi keluarga mereka, melainkan juga menjadi karya jurnalistik yang dapat dinikmati seluruh dunia.Tiada yang menyangka pesan sebelum kematian David, setelah memberikan master tapes “Death” menjadi kenyataan, "Simpan ini dengan aman. Suatu hari dunia akan datang mencari musik ini!" **

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X